TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Pemkab Kolut) fokus menekan angka stunting menjadi nol persen melalui satuan tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting yang saat ini gencar melakukan rapat koordinasi di kecamatan.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kolut. Melalui metode rapat evaluasi dan pelaporan Tim TPPS Kabupaten Kolut di Kecamatan Tolala, sekaligus memperkenalkan program gerakan orang tua asuh cegah stunting.
Dalam pertemuan ini, hadir Kepala OPD, Forkopimda, Ketua Baznas, serta para pejabat administrasi dan fungsional. Sementara itu, dari Kecamatan Tolala selaku tuan rumah, turut hadir Camat Tolala, Kepala Desa se-Kecamatan, Kepala Puskesmas, Kapolsek Tolala, Koordinator PKB Kecamatan Rante Angin, para kader se-Kecamatan, serta tokoh masyarakat.
Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Bakri, S.K.M, menyampaikan sambutan Bupati dan mengatakan, tujuan rapat evaluasi ini adalah untuk menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, perencanaan aksi yang sinergis, pemanfaatan anggaran yang tepat, serta komitmen bersama untuk menurunkan angka stunting demi mencapai generasi emas Indonesia 2045 mendatang.
“Oleh karena itu, terkait dengan data yang ada, angka stunting di wilayah Kolaka Utara berada pada angka 3,5 persen atau 282 anak balita, dan di Kecamatan Tolala terdapat 16 balita stunting atau 7,9 persen. Data ini bersumber dari EPPGBM per Agustus 2025, yang mana angka ini sudah menurun dari angka sebelumnya,” ungkap Bakri saat membacakan sambutannya, Kamis (30/10/2025).
Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan bahwa upaya strategis daerah yang dilakukan diperoleh berkat kerjasama semua pihak terkait untuk melaksanakan program yang terukur dan berorientasi pada manfaat masyarakat.
“Program yang saat ini akan diperkenalkan kepada stakeholder atau seluruh yang hadir pada rapat ini adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang berbasis komunitas, melibatkan individu, kelompok, perusahaan, dan pemerintah daerah sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting,” ujarnya.
Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan dukungan kepada keluarga kurang mampu yang memiliki risiko tinggi terhadap stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–23 bulan.
“Kami, selaku Pemerintah Kabupaten, mengapresiasi atas kinerja Tim dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam upaya penurunan stunting. Sinergi dan kolaborasi antar OPD, camat, kepala desa, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mencapai target kita bersama dalam menuntaskan angka stunting menjadi nol persen,” terangnya.
Menurut Bakri, perlunya integrasi untuk keluarga berisiko stunting melalui program Genting yang melibatkan masyarakat sebagai orang tua asuh dalam bentuk pendampingan. Bantuan yang bisa diberikan berupa bantuan nutrisi (pemberian makanan lokal yang kaya protein hewani, seperti makanan siap santap atau kudapan).
“Kedua, bantuan non-nutrisi, seperti perbaikan sanitasi, rumah layak huni, dan penyediaan akses air bersih melalui teknologi tepat guna, serta edukasi pemberian informasi dan konseling mengenai pola asuh yang baik, gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” sebutnya.
Selain itu, Bakri juga mengingatkan kepada Tim TPPS Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, dan Desa bahwa upaya penurunan stunting ini sesuai dengan visi mewujudkan generasi emas, khususnya di Kecamatan Tolala dan bonus demografi di masa depan.
“Untuk itu, kepada Tim TPPS, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus kita dukung bersama-sama. Bahkan, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, yang mana implementasi dari peraturan ini telah disusun ke dalam rencana aksi nasional pasti (Ran-Pasti) sebagai pedoman dan panduan bagi pemerintah pusat, daerah, hingga ke level desa dalam melaksanakan program penurunan angka stunting,” jelasnya.
Laporan: Ahmar
















Comment