Calon Paskibraka akan Dites Kesamaptaan, Kemampuan Akademik dan Wawasan Kebangsaan

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA
Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Butur Tahun 2023 yang mengkuti seleksi mulai Sabtu (18/3/2023), selain dites kesamaptaan juga akan dites kemampuan akademik dan wawasan kebangsaan.

Seleksi Paskibraka yang diikuti 158 peserta dari SMA/SMK se Kabupaten Butur ini untuk persiapan upacara HUT RI, 17 Agustus 2023 mendatang. Nantinya akan dipilih 70 orang untuk Paskibraka tingkat Kabupaten Butur dan 4 orang akan mengikuti tahapan seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sultra.

Kepala Badan Kesbangpol Butur, Agus Pria Budiana, S.Sos mengatakan, yang diharapkan dalam proses seleksi calon peserta Paskibraka adalah putra putri terbaik Kabupaten Butur yang tersebar di enam kecamatan, meliputi semua satuan pendidikan baik itu SMA maupun SMK.

“Untuk proses seleksi yang dilakukan secara online ini agar peserta seleksi untuk belajar lebih giat dalam mempersiapkan diri menghadapi beberapa tes,” pesannya saat ditemui di ruangannya, Sabtu (18/3/2023).

Dalam seleksi ini, kata Agus, ada tes kemampuan akademik yang meliputi beberapa bidang studi, termasuk wawasan kebangsaan dan Peraturan Presiden Nomor 51 Tentang Program Paskibraka maupun Peraturan Kepala BPIP Nomor 3 tentang petunjuk teknis pelaksanaan peraturan presiden itu sendiri.

Dikatakan, kegiatan seleksi ini memiliki proses waktu yang cukup lama sehingga berkonsekuensi terhadap pembiayaan.

Agus berharap, proses seleksi untuk mendapatkan generasi calon penerus kepemimpinan di daerah maupun secara nasional ini betul-betul dapat dilaksanakan secara profesional.

Menurut Agus, terkait dengan seleksi kesamaptaan, bisa memiliki ruang waktu sampai 3 atau 4 hari baru bisa selesai kalau ini dilakukan secara profesional, karena ada beberapa item kegiatan yang harus dilakukan untuk mengukur kemampuan fisik calon perserta Paskibraka.

Namun terkait dengan hal-hal lain dalam proses rekrutmen yang harus dilakukan tes secara daring atau online, tentu peserta didik yang ada di Kabupaten Butur tidak semua daerah memiliki kelengkapan laboratorium komputer.

“Ini juga yang kita harus antisipasi kedepan, sehingga adik-adik kita dalam mengikuti tes nanti ini tidak kaku,” ujarnya.

Agus mengaku akan mengupayakan dukungan dari bupati maupun DPRD Butur, karena hal ini merupakan program nasional.

“Jadi memang harapannya nanti, Insya Allah akan mendapatkan hasil yang terbaik. Hasil seleksi ini akan menjadi Paskibraka dan akan disertifikasi oleh BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila),” pungkasnya.

Laporan: Aris

Editor

Comment