TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tampanama Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, selesai menjalani Evaluasi Kinerja (Evkin) Tahun Buku 2025. Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Tim BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara selama tiga hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan hasil penilaian sementara yang mengacu pada indikator Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PDAM Tirta Tampanama Kolaka Utara dinyatakan berhasil memperoleh predikat “Sehat”.
Direktur PDAM Tirta Tampanama Kolaka Utara, Tasrim, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi sejarah baru bagi perusahaan daerah yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil penilaian sementara menurut indikator KemenPUPR dan Kemendagri, kurang lebih selama 10 tahun, baru tahun ini PDAM Tirta Tampanama Kabupaten Kolaka Utara dinyatakan berpredikat ‘Sehat’. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim Anak Ledeng Kolaka Utara,” ujar Tasrim melalui rilis resminya, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan yang diraih hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh jajaran PDAM dalam meningkatkan pelayanan serta tata kelola perusahaan. Tasrim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara atas dukungan yang diberikan selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekda, Dinas PUPR, Bappeda, BPBD, serta Bagian Ekonomi Kabupaten Kolaka Utara atas segala dukungan dan arahannya sehingga PDAM dapat mencapai hasil yang membanggakan ini,” katanya.
Ucapan terima kasih secara khusus juga dialamatkan kepada Dewan Pengawas PDAM Tirta Tampanama Kolaka Utara.
“Terkhusus kepada Ibu Dewan Pengawas PDAM Tirta Tampanama Kolaka Utara, Dr. Ir. Hj. Syamsuryani, S.T., M.M., CGCAE., FRMP., kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan, arahan, dan pendampingannya selama ini. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Tasrim menjelaskan, selama pelaksanaan evaluasi, Tim BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara tidak hanya melakukan pemeriksaan administrasi dan penilaian terhadap aspek manajemen perusahaan, tetapi juga turun langsung ke lapangan.
Tim tersebut meninjau langsung sistem penyediaan air bersih, melakukan pemeriksaan kualitas air di rumah-rumah pelanggan melalui pengujian kadar air, serta mengecek kondisi intake atau sumber pengambilan air baku yang berpusat di Desa Watuliwu, Kecamatan Lasusua.
“Tim evaluasi tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pelayanan kami. Mereka melakukan pengujian kualitas air di rumah pelanggan serta meninjau intake di Desa Watuliwu. Alhamdulillah, seluruh rangkaian evaluasi berjalan dengan baik,” pungkas Tasrim.
Laporan: Ahmar



















Comment