TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dihadapan Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E sejumlah pedagan keluhkan kondisi Pasar Sentral di Lacaria selain sepi pembeli drainase tidak berfungsi sehingga air hujan tertampung di tengah pasar ketika musim penghujan tiba dan bahkan dua unit Water Closed Umum (WC) rusak parah.
Diketahui, Kegiatan Sidak ini dihadiri Plt. Kasat Pol PP Ihwan dan sejumlah pejabat terkait. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Bupati Kolaka Utara saat melakukan sidak di Pasar Sentral Lacaria. Selasa (12/8/2025)
Dari uraian itu, Kata H. Jumarding seharusnya Pasar Sentral Lacaria sudah menjadi sentra ekonomi rakyat di Ibu Kota Lasusua, namun faktanya tidak sesuai harapan
Sehingga, H. Jumarding langsung melihat dan keliling ke setiap sudut lorong pasar satu demi satu dan faktanya banyak ditemukannya los kosong, drainase gagal fungsi, dan fasilitas umum terkesan terbengkalai.
Lorong pasar yang dilintasinya lebih mirip gudang tak terurus ketimbang pusat perdagangan. Aktivitas jual-beli minim, sebagian pedagang mengeluh omzet anjlok, sementara drainase macet membuat genangan menjadi pemandangan rutin saat hujan tiba.
“Kalau hujan, air menggenang drainasenya ini pak wakil, airnya hanya berputar-putar di sini jadi selalu tergenang pak,”kata salah seorang pedagang pakaian yang enggang sebut namanya. Kondisi itu diperparah oleh deretan los yang kosong melompong hingga beberapa diantaranya alami kerusakan.
Dari temuan tersebut, H. Jumarding meminta Kepala Dinas Perdagangan, Ahdan Alwi, agar segera mencari langkah strategis untuk mendorong pedagang agar mau menempati los tersebut.
Bukan hanya itu, H. Jumarding juga menyarankan jika upaya itu mungkin bisa dilakukan dengan cara disubsidi pada jangka waktu tertentu, termasuk upaya memfasilitasi pedagang mengakses dana KUR.
“Ini saran saya namun tentunya tidak bisa saya putuskan sepihak karena harus dikomunikasikan dengan Pak Bupati solusi terbaiknya. Intinya bagaimana untuk sementara ada yang menghuni karena semakin lama tidak ditempati, semakin bertambah kerusakan yang terjadi,” imbuh Jumarding.
Masalah tak berhenti sampai di situ zona depan pasar, sejumlah los pun terlihat terkunci. Pedagang sekitar mengatakan kurangnya pengunjung membuat mereka buka-tutup melapak.
Termasuk Water Closed umum yang menjadi fasilitas dasar yang mestinya dijaga juga sudah bertahun-tahun tak berfungsi alias rusak parah.
Bahkan H. Jumarding langsung memeriksa dan memberikan arahan ke Kadis Perdagangan agar mengambil langkah pemulihan.
“Fasilitas ini harus masuk perencanaan prioritas, termasuk kendala infrastruktur lainnya yang harus segera ditangani. Saya minta Dinas Perdagangan menyusun perencanaannya dan berkoordinasi dengan Bappeda untuk solusi cepat,” ujarnya.
Selain itu, H. Jumarding mengingatkan, pembiaran hanya akan mempercepat kematian pasar.
“Pasar Sentral ini seharusnya pusat perputaran uang rakyat. Kalau dibiarkan begini, kita sedang membiarkan ekonomi rakyat Kolut mati suri,” sebutnya
Laporan: Ahmar















Comment