TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Kolaka Utara resmi melantik kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk periode terbaru. Dalam pelantikan tersebut, Amin Budiman resmi dilantik sebagai Ketua Umum didampingi Heruddin sebagai Sekretaris Umum.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula STIE 66 Kendari, Sabtu (16/5/2026).
Mengusung visi inklusivitas dan kolaborasi, kepengurusan baru DPC Gekrafs Kolaka Utara berkomitmen bergerak cepat dalam mengonsolidasikan potensi lokal serta mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) di daerah tersebut.
Ketua DPC Gekrafs Kolaka Utara, Amin Budiman, menegaskan amanah yang diberikan kepadanya akan dijalankan melalui langkah dan kerja nyata guna mendorong kemajuan ekonomi kreatif di Kolaka Utara.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan aksi nyata. Kolaka Utara memiliki potensi sumber daya manusia dan kearifan lokal yang luar biasa di bidang ekonomi kreatif. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan merangkul komunitas kepemudaan,” ujar Amin Budiman melalui rilis resminya, Ahad (17/5/2026).
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif di Kolaka Utara memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing apabila dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum DPC Gekrafs Kolaka Utara, Heruddin, menekankan pentingnya penguatan internal organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan program kerja ke depan.
Menurutnya, tata kelola organisasi yang baik akan mempercepat realisasi berbagai program pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif di Kolaka Utara.
“Langkah awal kami adalah merapikan tata kelola administrasi dan membangun sistem database pelaku ekraf yang valid di Kolaka Utara. Dengan organisasi yang solid, kami ingin memastikan seluruh program pemberdayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar bagi produk lokal dapat berjalan tepat sasaran,” tegas Heruddin.
Kepengurusan baru DPC Gekrafs Kolaka Utara menargetkan sejumlah subsektor unggulan seperti kuliner, kriya, fashion, aplikasi, hingga seni pertunjukan sebagai fokus awal pengembangan agar mampu memiliki daya saing di tingkat nasional.
Laporan: Ahmar
















Comment