Dua Rumah di Tolala Kolaka Utara Ludes Terbakar, Korsleting Diduga Penyebab

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dua unit rumah di Desa Tolala, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, mengalami kebakaran hebat pada Ahad (29/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Peristiwa nahas tersebut menimpa rumah milik almarhumah Hj. Suarni dan almarhum H. Anto yang saat ini dikuasakan kepada menantunya, Amiruddin. Kebakaran diduga kuat disebabkan oleh kegagalan instalasi listrik atau korsleting.

Kapolres Kolaka Utara AKBP R. Todoan A. Gultom melalui Kasubsid PIDM Humas Polres Kolaka Utara, Ahmad Syaiful, S.H., membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, pada Ahad, 29 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 Wita telah terjadi kebakaran dua unit rumah di Desa Tolala, Kecamatan Tolala,” ujar Ahmad Syaiful melalui rilis resminya, Ahad (29/3/2026).

Ia menjelaskan, kedua rumah yang terdampak masing-masing milik Hj. Suarni dan H. Anto, yang telah dikuasakan kepada Amiruddin (52), warga Desa Tolala.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), personel Polsek Tolala yang dipimpin Kapolsek Tolala IPTU Andi Jusman, S.H., langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Lebih lanjut, Ahmad Syaiful mengungkapkan, berdasarkan kronologis, api pertama kali terlihat dari bagian dalam rumah almarhum H. Anto yang saat itu dalam kondisi kosong.

Sementara itu, di rumah Amiruddin hanya terdapat istrinya yang kemudian meminta pertolongan setelah melihat api membakar rumah orang tuanya yang berada di sebelah.

Api dengan cepat melalap rumah almarhum H. Anto yang sebagian besar berbahan kayu hingga habis terbakar. Sementara rumah milik Amiruddin yang merupakan bangunan permanen berhasil diselamatkan sebagian berkat upaya pemadaman petugas.

Mobil pemadam kebakaran yang sebelumnya siaga di Kecamatan Batuputih tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 Wita. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita setelah dilakukan empat kali pengisian air.

Akibat kejadian tersebut, Amiruddin yang juga menguasai rumah mertuanya mengalami kerugian materiel yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Kerugian tersebut meliputi satu unit rumah kayu, satu unit rumah permanen, dua unit sepeda motor (Suzuki Shogun dan Suzuki Skydrive), emas seberat 50 gram, serta perabotan rumah tangga dan barang elektronik lainnya.

Berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan para saksi, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.

“Dari hasil olah TKP sementara dan keterangan saksi, dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” tambah Ahmad Syaiful.

Saat kebakaran terjadi, kondisi rumah almarhum H. Anto yang kosong serta banyaknya material mudah terbakar di dalamnya membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment