TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Diduga gegara tersenyum pria berinisial R (31) diparang tetangga kebunnya. Korban berinisial R (31) melintas mengendarai sepeda motor sambil tersenyum yang justru membuat pelaku berinisial B (40) merasa kesal dan langsung menyerang korban diatas motornya dengan sebilah parang.
Dari insiden berdarah itu, R (31) mengalami luka sayatan pada bagian lengan kiri dan perut hingga mengalami pendarahan hebat sehingga warga setempat bergegas membawa ke RSUD di Kabuparen Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pelaku melakukan Penganiayaan berat terhadap korban sekira pukul.12.00 Wita di dusun.II Desa Loka, Sabtu (31/5/2025)
Diketahui keduanya masih bertetangga dan satu wilayah domisili di Desa Loka Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara.
Kapolres Kolaka Utara, AKBP. Ritman Todoang Agung Gultom,S.I.K melalui Kapolsek Tolala,
IPDA. Andi Jusman, S.H membenarkan peristiwa berdarah yang dialami korban R (31) yang dilakukan oleh pelaku B (40) terjadi di Desa Loka Kecamatan Tolala.
“Pelaku diduga melakukan penganiayaan berat terhadap korban R (31) dengan menggunakan sebilah parang miliknya sekitar pada pukul.12.00 wita Sabtu siang (31/5/2025)” uajr Kapolsek Tolala melalui Rilis resmi Humas Polres Kolut, Aiptu Ahmad Saiful, Sabtu Malam (31/5/2025)
Lebih lanjut, IPDA. Andi Jusman menyebut pelaku berhasil diamankan dan dijebloskan di Ruang Tahanan Mako Polsek Tolala bersama barang bukti 1 bilah parang. Dari peristiwa jajaran Polsek Tolala telah melakukan penjagaan ketat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terutama di rumah tersangka penganiayaan.
“Massa dari keluarga korban sudah dapat diredam dengan melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh Masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda,” ungkapnya
Menurut Andi Jusman, pihak kepolisian belum mengetahui persis motif pelaku melakukan penganiyaan berat ini karena personil Polsek tolala fokus untuk melakukan pengamanan dirumah tersangka dan keterbatasan personil
Selain itu, Andi Jusman juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Ia juga memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat wilayah Kolaka Utara sering terjadi aksi balas dendam atau aksi pengrusakan rumah tersangka untuk melampiaskan kekesalannya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Loka masih dalam pengawasan ketat pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat,” terangnya.
Aiptu Ahmad Saiful menqmbahkan, setelah pelaku pulang ke rumahnya, dan merasa mendengar suara-suara cemoohan dari arah rumah korban. Hal ini makin memperparah emosinya.
Tak lama kemudian, pelaku keluar rumah dengan membawa sebilah parang dan berjalan kaki menyusuri jalan desa. Di pertengahan jalan, pelaku kembali berpapasan dengan korban yang mengendarai motor dari arah berlawanan, dan kembali tersenyum.
Pelaku langsung memberhentikan korban. Menyadari gelagat tidak baik, korban melompat dari motornya dan mencoba melarikan diri, namun, korban terjatuh di pinggir jalan. Saat itulah pelaku menyerang menggunakan parang, membacok bagian pinggang belakang korban, serta melukai lengan kiri dan punggung dengan luka robek sekitar 17 cm.
Korban berteriak meminta pertolongan, dan pelaku langsung pergi ke rumah Kepala Desa Loka sambil membawa parang dan berteriak-teriak. Beberapa saat kemudian, pelaku berjalan di jalan poros desa dan bertemu dengan seorang warga bernama Saddik, yang berhasil menenangkan pelaku dan mengambil parangnya.
“Pelaku kemudian dibawa ke rumah dan diamankan sambil menunggu kedatangan personel Polsek Tolala,” katanya.
Korban saat ini tengah menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya. Sementara itu, pelaku telah diamankan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Laporan: Ahmar















Comment