TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyesalkan terjadinya kekerasan di kalangan siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kendari.
“Saya sedih. Kenapa harus terjadi. Cari akar masalahnya. Kepala sekolah harus bertanggungjawab sebagai pembina anak-anak secara langsung setiap hari, ” kata Gubernur Sultra, Selasa (18/8/2025).
Hal tersebut terungkap saat Gubernur ASR bertatap muka dengan para kepala sekolah SMA dan SMK, Dewan Pendidikan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra di Aula RS Bahteramas Kendari.
Sesi tatap muka terlaksana di sela-sela orang nomor satu Sultra hendak membesuk siswa Alfiansah Nurrohim (17) korban penganiayaan di RS Bahteramas Kendari.
Gubernur menegaskan kekerasan kalangan siswa yang terjadi berulang dan sejak lama harus dicari akar masalahnya.
“Ini hal yang dapat diselesaikan. Jangan ada anggapan bahwa kekerasan antar pelajar terjadi sejak lama. Harus diakhiri,” kata Gubernur.
Ironi kekerasan kalangan siswa masih terjadi ditengah gencarnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah memprogramkan Sekolah Unggul Garuda maupun sekolah rakyat.
“Saya sebagai Gubernur menyusun strategis mewujudkan sumber daya manusia unggul melalui institusi pendidikan dan menjamin kesejateraan guru. Bukan mengurusi yang sifatnya taktis dan teknis,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Prof. Aris Badara mengatakan kegiatan ekstrakurikuler digalakkan di sekolah.
“Besok dilaksanakan patroli bersama Satpol Polisi Pamongpraja untuk memastikan tidak ada siswa yang berada diluar sekolah saat jam belajar,” kata Aris.
Direktur RS Bahteramas dr. Muchammad Saiful, Sp.B, Subsp.Onk(K) mengatakan Alfiansah Nurrohim siswa korban penganiayaan mendapat pelayanan prioritas.
“Korban masuk IGD Bahteramas Minggu sore (17/8) langsung mendapatkan pelayanan. Tetapi tidak mungkin langsung penindakan operasi karena kondisi fisik lemah,” kata Saiful.
Siswa Alfiansah Nurrohim (17), siswa SMA 12 Kendari putra pasangan Purwo Setiono dan Sumarlik menjadi korban kekerasan oknum berbaju seragam sekolah pada Minggu siang (17/8) di sekitar Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian tragis yang menimpa Alfiansah pada Polres Kendari untuk mengungkap pelaku. (Mil)


















Comment