Jubir TPPS Dinkes Kolut Laporkan Hasil Pelayanan Posyandu

Berita, Kolaka Utara3495 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Tim Juru bicara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara melaporkan hasil Pelayanan Posyandu selama satu bulan penuh dilaksanakan Sensus Stunting di 15 Kecamatan dan sudah ada 13 Kecamatan mencapai 100 persen pengukuran Ibu Hamil, Balita dan Calon Pengantin.

Juru bicara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara, Muliani,S.K.M mengungkapkan
semua kegiatan dilakukan di Posyandu dengan sasarannya Ibu Hamil, Bayi Lima Tahun (Balita) dan Calon Pengantin.

“Dari hasil yang dilakukan untuk mendapatkan data dari mulai dari pengukuran ibu hamil, Balita dan Catin ini dan jika nantinya di dapatkan permasalahan gizi maka kita akan melakukan intervensi sehingga tidak menimbulkan permasalahan gizi dikemudian hari itu,” ujar Muliani saat memaparkan hasil pelayanan posyandu kepada kepada Pj.Bupati Kolaka Utara di Aula Kantor Desa Wawo Kecamatan Wawo.Rabu (3/7/2024)

Lebih lanjut, Muliani mengatakan ini data yang kami tarik di aplikasi eppbgm yang telah mencapai 99,9 persen dan kita masih terkalahkan 0.1 persen sehingga kita masih ada kesempatan sampai tanggal 5 Juli 2024.

” Dan kami berusaha mengejar di Kecamatan Pakue Tengah dan Tolala dan kita bisa melihat sebaran hasil di Posyandu. Dimana dari 15 Kecamatan ini sudah 13 Kecamatan mencapai 100 persen hasil pengukurannya,” katanya

Muliani juga menyebut Kecamatan Pakue Tengah baru mencapai 99,82 persen, Kecamatan Tolala mencapai 96,85 persen. Karena di Pakue Tengah masih ada satu orang Bayi Lima Tahun ( Balita ) belum bisa terhubung dengan orang tuanya secara via telepon selulernya.

” Dia masih terdata di Kartu Keluarga Pakue Tengah dan sudah beberapa bulan keluar daerah dan via telepon selulernya sudah tidak aktif sementara di Kecamatan Tolala kami kroscek tadi pagi ada 9 orang Balita, pada awalnya keluar Daerah setelah terkonfirmasi dari Kecamatan ada beberapa Balita sudah betul – betul berpindah dari wilayah Tolala ini akan keluar dari sasaran dan ada satu Balita sudah kami dapatkan hasil pengukurannya dan selanjutnya akan di update kembali,dan di tanggal 5 Juli 2024 kami sudah tarik datanya yang fiks,” sebutnya

Selain itu, Menurut,Muliani dari data pengukuran yang kami dapatkan di aplikasi EPPBGM untuk Kabupaten Kolaka Utara itu sebanyak 1042 Balita sasaran, di ada 417 diatas 100 persen, Stuntingnya ada 25 orang Balita, Wasting ada 7 orang Balita, Wasting Balita yang mengalami gizi kurang dan termasuk gizi buruk.

” Ada Balita Underweight sebanyak 26 orang, Underweight adalah Balita berat badan kurang dan sangat kurang (Gizi buruk) dan ini nantinya sasaran Balita yang perlu di intervensi sehingga tidak menyebabkan anak Balita menjadi Stunting,” ungkapnya

Menurutnya, cakupan itu kita melihat di D/S 100 persen Stunting di Kecamatan Rante Angin sebesar 6 persen, Kecamatan Wawo sasarannya 503 orang Balita dan di ukur 100 persen, Stuntingnya, 24 Orang Balita, Wasting ,7 Balita dan Underweight,32 orang Balita dan gizi buruk tidak ada di prevalensi Stunting berada di 4,77 persen.

” Sementara di Kecamatan Lambai 505 orang sasaran Balitanya telah diukur semua jumlah Stuntingnya, 6 orang Balita, Wasting,1 orang Balita dan Underweight, 60 orang Balita jadi Balita gizi kurang lumayan banyak serta berat badan kurang juga banyak terus prevalensi Stunting berada di 1,19 persen,” ucapnya

Menurutnya, posisi Kabupaten Kolaka Utara sampai hari ini prevalensi Stunting berada di 3,57 persen jadi Balita yang bermasalah dengan Gizi nantinya kita akan intervensi.

” Jadi untuk penanganan Stunting ini kita tidak boleh fokus pada Stunting saja karena sasaran untuk pencegahan Stunting itu lebih banyak kalau kita tidak intervensi sasaran yang lain bisa jadi angka Stunting bisa bertambah jadi kita upayakan setiap bulannya melakukan kroscek,” terangnya

Untuk diketahui dari Stunting,Wasting dan Underweight adalah status Gizi cara menentukannya ada tiga indikator kalau Wasting menggunakan indikator berat badan menurut tinggi badan Balita, sedangkan untuk menilai Underweight itu indikatornya adalah berat badan menurut umur.

Underweight itu adalah Balita yang mengalami berat badan kurang dan berat badan sangat kurang indikatornya berat badan dibandingkan dengan umur anak.

Sementara Stunting itu kita lihat menggunakan indikator tinggi badan menurut umur atau panjang badan menurut umur.

Hubungan Wasting dan Underweight kalau kita tidak menangani Wasting (Balita gizi kurang ) atau Underweight (Balita yang mengalami berat badan kurang dan berat badan sangat kurang) ini nanti lama -lama akan menjadi Stunting (beresiko Stunting)

Dan ini memang setiap tahun maupun angka SSGI,SKI dan data EPPBGM, Wasting dan Underweight ini selalu meningkatkan setiap tahun.

Rata – rata dari hasil pelayanan Posyandu Balita Stunting banyak ditemukan pengaruh faktor ekonomi dan pernikahan usia dini.

Laporan : Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment