Kapal Cepat MV Trans JB “Minggat” dari Kolut. Ini Penyebabnya…

Berita, Kolaka Utara3748 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Kapal cepat MV Trans JB milik PT Zakaria Karya Bersama memilih pergi dari Pelabuhan Katoi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Minimnya penumpang diduga menjadi penyebab armada laut tersebut berhenti beroperasi.

Kapal cepat MV Trans JB yang disebut sebagai kapal perintis awal dengan rute Pelabuhan Tobaku Kolut menuju Pelabuhan Bangsala Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) memutuskan berhenti beroperasi setelah beberapa tahun vakum.

Salah satu penyebab kapal cepat MV Trans JB beroperasi di Kolaka Utara diduga karena kehadiran armada lain yakni Kapal Motor (KM) Ekspress Bahari 88 milik PT Belibis Putra. Kehadiran KM Ekspress Bahari 88 yang memilih rute yang sama dinilai tidak lagi menguntungkan dari sisi ekonomi, sehingga MV Trans JB yang telah beroperasi selama setahun di Kolut memilih rute baru.

Kepala Cabang PT Zakaria Karya Bersama, wilayah Ternate, Fadillah mengungkapkan, MV Trans JB sudah berhenti melayani rute penyeberangan penumpang dari Pelabuhan Tobaku menuju Siwa sejak 25 September 2021 lalu.

“Iya pak, kami sudah pindah rute ke Ternate, Maluku Utara,” terang Fadillah saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, penyebab perusahaan tempat ia bekerja menghentikan rute lama bukan karena anjloknya penumpang di rute lama, namun ingin mencari rute baru yang lebih menguntungkan.

“Tidak ada penyebabnya, bukan juga karena penumpang anjlok. Kebetulan kemarin dapat rute baru yang lebih bagus. Namanya usaha pak, yah kalau ada tempat yang lebih baik kita harus kesitu dan kami yakin kalau rejeki tidak kemana. Alhamdulillah di sini penumpangnya ramai terus pak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kolut, Junus mengatakan bahwa Pemkab Kolut membuka pintu bagi armada lain yang ingin berlayar di laut Kolut. Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kolut tak menganaktirikan perusahaan manapun.

“Tentu kami sebagai Pemerintah Daerah tidak boleh ada yang dianaktirikan, kalau orang bermohon tidak boleh kita menolak. Asas ekonomi kita, ekonomi kerakyatan semua orang berhak mendapatkan akses. Atas dasar itu, sehingga kami menerima armada baru tersebut,” jelasnya.

Dari awal, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan kepada pemilik perusahaan kapal cepat Ekspress Bahari 88 bahwa secara ekonomis kebutuhan penumpang rute Tobaku – Siwa kurang menguntungkan. Meski begitu, pemilik perusahaan tetap berkeyakinan untuk beroperasi di Kolaka Utara.

Dalam perjalanannya, sambung Junus, kapal cepat yang lebih awal membuka rute Tobaku – Siwa yakni MV Trans JB, memutuskan pindah rute ke Ternate, Maluku Utara, karena alasan kurang menguntungkan.

“Meski demikian, mereka berharap jika besok lusa ingin kembali, Pemda Kolut juga tetap memberi ruang bagi mereka,” pungkasnya.

Laporan : Ahmar

Comment