Kapolda Sultra Berkunjung ke PT IPIP, Minta Masyarakat Menjaga Iklim Investasi

Berita, Kolaka2207 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dwi Irianto, S.I.K., M.Si, bersama Jajaran melakukan kunjungan kerja di Proyek Startegis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (PT IPIP) kawasan industri di Desa Oko-Oko dan Desa Sopura Kecamatan Pomalaa, Jumat (9/5/2025)

PT IPIP sendiri fokus pada industri baterai lithium yang akan menjadi salah satu pusat industry terbesar di dunia.

Kunjungan kali ini, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda untuk melaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi dan asistensi sistem manajemen pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Sultra agar tetap kondusif dan berjalan dengan baik.

Kapolda Sultra, Irjen Pol. Dwi Irianto, menjelaskan kehadiran PT. IPIP di wilayah Kabupaten Kolaka dengan nilai investasi yang sangat besar patut disyukuri dan menjadi anugerah untuk warga masyarakat setempat dan Sulawesi Tenggara pada umumnya. Sehingga semua elemen masyarakat, tokoh adat, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar selalu kondusif, damai dan tentram.

“Kita bisa bayangkan kalau investasi yang besar ini pindah ke Daerah lain atau ke Negara lain, maka akan menjadi kerugian bagi masyarakat. Investasi ini harus diberikan jaminan keamanan yang bukan hanya tugas kepolisian dan TNI tapi tugas serta tanggungjawab semua lapisan masyarakat,” ujar Dwi Irinato saat menyampaikan sambutannya. Sabtu (10/5/2025)

Lebih lanjut, Dwi Irianto menyebut jika smelter PT. IPIP ini sudah terbangun sesuai dengan perencanaan maka roda ekonomi masyarakat akan berputar dengan baik. Kesejahteraan masyarakat akan meningkat, keuangan daerah akan kuat sebab ada sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan negara juga akan kuat.

“Saat ini tugas kita semua yakni memberikan edukasi dan pemahaman yang baik bagi generasi muda untuk memiliki skill atau kemampuan agar bisa bersaing dalam proses rekrutmen di perusahan PT. IPIP. Selain itu masyarakat harus mampu membaca peluang-peluang usaha untuk meningkatkan taraf ekonominya,” ucapnya

Dwi Irianto berharap kepada semua anak bangsa harus ikut andil dan terlibat untuk mensukseskan pembangunan PT. IPIP ini. Bersama menjaga iklim investasi di Bumi Mekongga ini dengan tetap menghargai nilai-nilai kearifan lokal, adat dan budaya suku tolaki, serta menjaga lingkungan baik.

Sebelum menuju lokasi pembangunan Smelter HPAL, Kapolda dan jajarannya mendapat pemaparan dari Chief Executive Officer (CEO) PT. IPIP, Mr Shao Weisheng, Direktur KNI Mr. Ning Jiancheng dan General Manager Rimau Grup, Dr. Saefuddin Muslimin, terkait dengan progres pembangunan sarana penunjang seperti Infrastruktur jalan dan hunian karyawan.

“Untuk luas kawasan HPAL kurang lebih 260 hektar dengan kapasitas produksi 120 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) setiap tahunnya. Lahan yang yang akan digunakan dalam Pembangunan tahap pertama ini lebih kurang 1200 hektar,” kata Mr Shao Weisheng.

Saat ini kata Mr Shao Weisheng, pembangunan hunian karyawan sebentar lagi akan rampung 100 persen dengan kapasitas dapat menampung 10.000 orang karyawan. Sementara itu infrastruktur jalan sebagai bagian penting untuk mendukung transportasi akses mobilitas dan logistik sudah dalam proses pengerasan. Smelternya sendiri direncanakan akan rampung atau berproduksi di akhir tahun 2026.

“Kami minta dukungan dan doa semua masyarakat kolaka agar proses kontruksi smelter cepat selesai sesuai target yang direncanakan. PT. IPIP berkomitmen membangun industri ramah lingkungan yang berkelanjutan,” Tutup Mr. Shao Weisheng.

Laporan: Ahmar

Comment