Kolut Siaga: Wakil Bupati Hadiri Apel dan Simulasi Bencana Gempa-Tsunami di Sultra

Berita, Kolaka Utara1212 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pemprov Sultra Gelar Apel Siaga dan Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan menggelar Apel Siaga dan Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian penguatan kapasitas penanggulangan bencana, yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, unsur TNI-Polri, serta peserta Jambore Tangguh Bencana dari seluruh kabupaten/kota di Sultra.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., bersama Kepala Pelaksana BPBD Kolaka Utara, Mukramin, S.E., turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di daerah.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus memimpin jalannya apel siaga. Dalam sambutannya, Gubernur ASR menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan kewajiban strategis yang penting untuk melindungi keselamatan masyarakat.

“Pelaksanaan apel siaga dan simulasi ini membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam melaksanakan fase pra-bencana. Ini adalah investasi untuk keselamatan kita bersama,” ujar Gubernur ASR.

Gubernur juga menekankan pentingnya fase pra-bencana sebagai elemen utama mitigasi, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi penanggulangan bencana.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan gempa bumi yang berpotensi tsunami. Latihan tersebut mencakup skenario evakuasi warga, penanganan korban, koordinasi posko darurat, serta kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan respons yang cepat dan efektif saat bencana terjadi.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam kegiatan ini semakin memperkuat komitmen daerah dalam meningkatkan ketangguhan serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Pemerintah daerah berharap momentum ini dapat mendorong penyelarasan mitigasi bencana antara tingkat provinsi dan kabupaten, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment