TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara yang digelar di Aula Kantor Camat Tiwu, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, antara lain Kepala Bappeda, Ketua Baznas Kolaka Utara, Kepala Kantor Kemenag, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis PMD, pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, Camat Tiwu, kepala desa se-Kecamatan Tiwu, Kepala Puskesmas Tiwu, Kapolsek Tiwu, Koordinator PKB Kecamatan Tiwu, para kader, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, S.H., M.H., yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hj. Hasrayani, S.P., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 dan RAN-PASTI sebagai pedoman percepatan penurunan stunting dari pusat hingga desa.
“TPPS memiliki peran penting untuk mengoordinasikan, menyinergikan, serta mengevaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting agar berjalan efektif, konvergen, dan terintegrasi lintas sektor. Karena itu, pemahaman tentang peran dan fungsi TPPS harus terus diperkuat,” ujar Hasrayani di hadapan peserta rapat.
Hasrayani juga menyampaikan bahwa angka stunting di Kolaka Utara terus mengalami perbaikan. Berdasarkan data EPPGBM per Agustus 2025, jumlah balita stunting tercatat sebanyak 282 orang atau 3,5 persen. Sementara di Kecamatan Tiwu, progres penurunan stunting menunjukkan hasil yang baik dengan hanya 2 balita stunting (0,7 persen) dan jumlah ibu hamil sebanyak 40 orang.
“Capaian ini merupakan bukti adanya sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, desa, kader, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan TPPS,” ucapnya.
Selain itu, Hasrayani menekankan pentingnya pendampingan ibu hamil pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang harus terus dimaksimalkan untuk mencegah stunting sejak dini.
“Beberapa fokus utama kita ke depan adalah optimalisasi pendekatan sasaran risiko stunting atau by name by address (BNBA) sebagai basis pendampingan,” ujar Hasrayani.
Ia juga menyampaikan pentingnya penguatan inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target zero stunting. Peningkatan pendampingan dan pengawasan dalam perencanaan serta pemanfaatan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa untuk program penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) juga menjadi fokus.
Dalam rakor ini, juga diperkenalkan program kolaboratif berbasis kepedulian sosial, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini melibatkan individu, kelompok, perusahaan, dan pemerintah sebagai “orang tua asuh” bagi keluarga yang berisiko stunting.
“GENTING bertujuan memberikan dukungan kepada keluarga kurang mampu, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23 bulan (Baduta), untuk memastikan mereka mendapatkan kebutuhan gizi dan pendampingan yang memadai,” terangnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Kolaka Utara berharap bahwa Rakor TPPS tingkat Kabupaten Kolaka Utara yang digelar di Kecamatan Tiwu ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan stunting.“Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, pemerintah menargetkan angka stunting dapat terus ditekan hingga mencapai zero stunting di masa mendatang,” tutupnya.
Laporan: Ahmar


















Comment