TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Menghadapi potensi meningkatnya bencana alam di musim penghujan, Kepolisian Resor Kolaka Utara bersama Pemerintah Kabupaten menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menangani keadaan darurat.
Apel ini di pusatkan di halaman Mapolres dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kolaka Utara, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, S.Ik, dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI serta instansi terkait lainnya.
Kapolres Kolaka Utara, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian penting dari langkah preventif menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Kolaka Utara.
“Apel gelar pasukan ini kita laksanakan untuk memastikan kesiapan, baik dari segi personel maupun sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana. Ini adalah bentuk kesiapan kita bersama agar jika sewaktu-waktu jika terjadi bencana, kita tidak panik, kita sudah siap, dan kita bisa bergerak cepat serta profesional,” ujar Kapolres saat menyampaikan sambutannya. Rabu (23/4/2025)
Lebih lanjut, Ritman Todoan Agung Gultom menyebut kegiatan ini juga sangat penting dan harus ada kolaborasi antar Instansi, terutama dalam menjaga solidaritas dan satu visi dalam penanganan bencana. Menurutnya, kebersamaan seluruh elemen Forkopimda menjadi kunci keberhasilan dalam merespons keadaan darurat secara efektif.
Bukan hanya itu, Kapolres Kolaka Utara juga menegaskan agar jajaran Bhabinkamtibmas yang telah tersebar di seluruh desa memiliki peran strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi bencana. Mereka telah dibekali dengan kemampuan untuk memantau kondisi lingkungan dan melakukan pendataan wilayah rawan bencana.
“Kami sudah mengarahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk memetakan wilayah-wilayah yang berisiko, terutama desa-desa yang berada di sekitar aliran sungai, lereng pegunungan, dan kawasan rawan longsor. Mereka menjadi ujung tombak kita dalam memberikan informasi awal, sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” tegasnya
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE, dalam sambutannya menerangkan bahwa sejumlah wilayah di Kolaka Utara telah terdampak bencana, khususnya di Kecamatan Lasusua dan sekitarnya.
Selain itu ia juga menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan. Di RS Djafar Harun misalnya, akses jembatan sempat terputus dan kini telah kami tangani dengan pembangunan jembatan sementara. Kami juga telah memanggil Kadis PU untuk segera mengambil langkah cepat,”katanya
Bahkan pihaknya menyebutkan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR untuk menangani berbagai kerusakan serta merencanakan pembangunan jembatan darurat di sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara, Andi Faizal, dalam keterangannya menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah di Kolaka Utara masuk dalam kategori rawan bencana.
Sehingga BPBD telah menyusun dokumen peta potensi bencana yang mencakup berbagai jenis ancaman, mulai dari banjir, longsor, abrasi, hingga gempa.
“Kami telah mengidentifikasi beberapa kecamatan yang masuk kategori tinggi risiko, di antaranya Kecamatan Lasusua, Wawo, Batu Putih, Lambai, Ranteangin, Pakue, Pakue Tengah, Pakue Utara, hingga Kecamatan Tolala,” terang Andi Faizal.
Apel gelar pasukan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif. Kolaborasi antara TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta relawan kebencanaan menjadi bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dari dampak bencana yang bisa terjadi kapan saja.
Laporan: Ahmar















Comment