Ruangan SDN 3 Pakue Tengah Belumpur, Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu

Berita, Kolaka Utara1639 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Sekolah Dasar Negeri 3 Pakue Tengah, Kecamatan Pakue Tengah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Desa Lanipa di genangi banjir lumpur sehingga aktivitas belajar mengajar terganggu.  

Lumpur yang tergenang di sekolah ini masih kiriman banjir bandang yang melanda di Desa Pasampang Kecamatan Pakue Tengah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terjadi pada Selasa malam (1/4/2025). Aampai sekarang lumpur tersebut belum dibersihkan hingga sekarang.

Kasus ini sudah di atensi Ketua Komisi III DPRD Kolaka Utara telah menerima laporan tersebut pada Rabu pagi (9/4/2025) untuk di sampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.

Kepala Sekolah Negeri 3 Pakue Tengah Desa Lanipa, Fitriyani, S.Pd mengatakan pihaknya sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun hingga saat ini belum ada bantuan alat untuk membantu membersihkan lumpur yang tergenang setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa.

Banjir lumpur masuk mulai dari halaman hingga 4 ruang belajar, satu Kantor dan ruang perpustakaan.

“Sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan BPBD pada waktu kejadian pada Rabu pagi (2/4/2025) tetapi yang datang hanya mobil Damkar itu pun mereka menyemprot bagian Drainase dekat teras Kantor Sekolah saja,” ujar Fitriani kepada Wartawan saat di konfirmasi melalui via telpon selulernya.Rabu (9/4/2025)

Fitriani menyebut pihaknya bersama para siswanya teroaksa harus buka sepatu masuk Sekolah karena hanya satu titik saja bisa di lewati.

“Sejak hari Rabu pagi (9/4/2025) kami sudah mulai bersihkan lumpur yang masuk di ruangan Kantor Perpustakaan dan 4 ruangan belajar atau ruangan kelas sehingga agak terlambat proses belajar mengajar kami fokus dulu pembersihan dan bahkan banyak buku paket dan dokumen penting kantor Sekolah ikut terendam,ungkapnya

Fitriani berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk turut membantu mendatangkan alat berat dan mobil Damkar untuk mengeruk dan menyemprot lumpur yang tebal ini.

“Kalau lumpur sudah hilang semua kami dari pihak Sekolah bisa menimbung dengan menggunakan pasir,” sebutnya

Selain itu,Fitriani juga mengatakan pihaknya tidak memungkiri area Sekolah Negeri Pakue Utara datarannya rendah sehingga Kalau banjir atau air pasang laut mudah masuk di halaman.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment