TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Sejak di tunjuk selaku mitra dari Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2024, Yayasan Ibnu Yahya Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Kolut) langsung melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lima Sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), SD Negeri dan SMP Negeri Desa Rante Limbong, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Desa Tojabi serta di SMA Kecamatan Lasusua tahun 2025 tahap awal.
Pengurus Yayasan tersebut perdana menyasar 950 Siswa penerima manfaat, kegiatan mulai Pukul.09.30 Wita dengan di hadiri langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan,Dirut Rumah Sakit Umum (RSU) Djafar Harun Lasusua, Dokter dan Ahli Gizi serta Kapolres Kolaka Utara dan Dandim 1412 Kolaka Raya.
Dari 950 Siswa penerima manfaat ini terdiri dari TK sebanyak 40 Siswa, Madarasah Ibtidaiyah Swasta sebanyak 116 siswa, Sekolah Dasar Negeri sebanyak 242 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 sebanyak 78 Siswa dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 474 siswa.
Sekretaris Yayasan Ibnu Yahya,Arie Saputra,S.Ak menyampaikan bahwa pihaknya telah di tunjuk sebagai mitra pelaksana resmi pertama yang telah terverifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan yayasan ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.
“Yayasan Ibnu Yahya terpilih bukan karena kedekatan atau faktor lain, melainkan karena kami mengikuti seluruh tahapan dan persyaratan dari BGN secara transparan. Kami mulai merintis keterlibatan ini sejak Desember 2024,” ujar Ari kepada awak media saat di Wawancarai di Lokasi SMA Lasusua. Selasa (10/6/2025)
Lebih lanjut,Ari Saputra menyebut saat ini, yayasan baru mengoperasikan satu dapur utama,yakni Dapur Shanum, yang mampu melayani maksimal 3.500 porsi makanan per hari. Meski demikian, penyesuaian dilakukan untuk daerah yang sulit dijangkau dan memiliki jumlah siswa lebih sedikit seperti Tolala dan Purehu.
“Ke depan, kami menargetkan pembukaan dapur baru di wilayah-wilayah seperti Kodeoha, Lapai, Kolaka Utara Selatan, dan Ranteangin, tergantung kesiapan mitra lokal yang ingin bergabung bersama kami,” sebutnya
Ditempat yang sama, Kepala SPPG Lasusua, Nurul Amalia Fikrah, menjelaskan bahwa kualitas gizi makanan yang diberikan kepada siswa sudah memenuhi standar nasional. Dapur telah dilengkapi ahli gizi lokal yang memastikan takaran dan kandungan gizi sesuai usia dan jenjang pendidikan.
“Kami mengecek semua bahan mulai dari beras, buah, hingga proses pengolahan. Setiap menu dibuat bervariasi setiap hari dan disesuaikan dengan standar gizi yang ditentukan, baik untuk TK, SD, SMP, hingga SMA,” ungkapnya
Menurut, Nurul Amalia harga per porsi makanan ditetapkan sebesar Rp8.000 untuk TK dan SD, serta Rp. 10.000 untuk SMP dan SMA. Untuk tahap awal, makanan dibagikan kepada 950 siswa dan akan dievaluasi untuk diperluas di masa mendatang.
Menurutnya, menanggapi isu nasional terkait keracunan makanan pada program serupa, pihak penyelenggara di Kolaka Utara memastikan prosedur keamanan makanan dijalankan secara ketat, termasuk penggunaan APD lengkap oleh tenaga dapur, pengecekan bahan baku, serta penyimpanan yang sesuai standar.
“Program ini menargetkan pengoperasian 17 titik dapur di seluruh wilayah Kolaka Utara. Setiap dapur harus memiliki akses maksimal 10 menit ke sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menjamin makanan tetap segar saat diterima siswa dan saat ini baru 1 yayasan terdaftar di BGN sebagi mitra. ini mulai digelar hari ini dan melibatkan jenjang pendidikan dari TK hingga SMA.” tuturnya.
Laporan: Ahmar




















Comment