Bupati Mubar Minta Lion Air Buka Rute Penerbangan Sugimanuru – Haluoleo

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, MUNA BARAT– Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Muna Barat (Mubar), DR. Bahri dan kepala Unit Pengelola Bandara (UPB) Sugimanuru Mubar berkunjung ke kantor pusat maskapai Lion Air di Jakarta, Rabu 2 Agustus 2023.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menginisiasi dukungan konektivitas transportasi udara dan permintaan rute penerbangan bandara Sugimanuru ke bandara Haluoleo, Kendari. Kunjungan Pj Bupati diterima oleh Manajer Lion Air Area Indonesia Barat, Helmi.

Bahri mengatakan, kunjungannya ke kantor pusat Lion Air untuk mengkoordinasikan dukungan konektivitas Pelayanan Angkutan Udara Wings Air dengan Rute Makasar-Muna Barat PP.

“Selain itu, mengkoordinasikan permintaan rute baru Wings Air dari Muna Barat Bandara Sugimanuru ke Bandara Haluoleo Kendari,” kata Bahri. Kamis, 3/8/2023.

Bahri menjelasakan, industri penerbangan menghadapi meningkatnya demand pada fase recovery bisnis, pasca pandemi mulai menurun. Dengan adanya relaksasi syarat perjalanan dimana terdapat tantangan industri penerbangan yaitu penurunan jumlah armada, armada dalam proses perawatan rutin dan tambahan.

Selain itu, armada masih dikuasai lessor ditengah harga avtur naik dikarenakan adanya konflik geopolitik yang menyebabkan tarif jarak semakin meningkat mendekati pada Tarif Batas Atas (TBA), pengenaan PPN 11%, penyesuaian tarif PJP2U (PSC) dan biaya tambahan (fuel surcharge).

“Penerbangan udara juga menyebabkan naiknya angka inflasi di daerah yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi akibat naiknya harga avtur,” jelasanya.

Berdasarkan arahan Kemendagri, Pemda diminta melakukan langkah-langkah antara lain;

Pertama, ikut serta dalam menstabilkan harga tiket.

Kedua, memberikan subsidi kepada penyedia jasa transportasi angkutan.

Ketiga, diharapkan ikut serta dalam mempromosikan atau memasarkan rute-rute penerbangan yang ada di wilayahnya.

Keempat, menerbitkan Surat Edaran agar mendukung dan mendorong partisipasi semua komponen masyarakat untuk menggunakan transportasi udara. Meminta forkopimda, Pemda dan swasta berkomitmen untuk melaksanakan perjalanan dinas, bisnis, wisata dan usaha lainnya dengan mengutamakan penggunaan transportasi udara.

Kelima, mendukung penyiapan lahan dan sarana prasarana dan keenam, melakukan upaya koordinasi dengan pihak pertamina dalam rangka menstabilkan harga avtur.

Selain itu, Direktur Perencanaan Anggaran Daeran Kemendagri mengaku, terdapat surat Plt. Dirjen Perhubungan Udara atas nama Menteri Perhubungan kepada para Gubernur dan para Bupati/Wali Kota Nomor AU.001/1/1 PHB 2022 tanggal 11 Agustus 22 hal Dukungan konektivitas Transportasi Udara.

Berdasarkan surat Plt. Direjen Perhubungan Udara itu berharap agar perlu adanya dukungan Pemda untuk turut berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan operasional penerbangan dengan memastikan tingkat keterisian penumpang, pemberian insentif, subsidi, dan atau bentuk lainnya yang dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga konektivitas antar wilayah tetap dapat terjaga.

Selain itu ada permintaan rute baru yaitu Bandara Sugimanuru Muna Barat ke Bandara Haluoleo Kendari karena tingginya demand. asumsinya bahwa tingkat keterisian penumpang pesawat akan tinggi karena arus mobilitas tinggi penumpang. Hal ini bisa diliat dari penumpang kapal cepat pagi, kapal cepat sore, kapal malam yang begitu padat, belum ditambah dengan kapal ferry Tampo-Turobulu 3 kali sehari dan perahu-perahu tradisional yang mengantar pengguna jasa ke Kendari.

Selanjutnya, melalui pertemuan itu, kata Bahri, Helmi menjelaskan bahwa Kondisi saat ini pelayanan bandara UPB Sugimanuru saat ini terdapat maskapai penerbangan Wings Air group Lion Air yang melayani rute Makasar-Muna Barat- Makasar yang jadwalnya 3 kali seminggu, saat ini menjadi hanya 1 kali seminggu. Ini diakibatkan tidak adanya kepastian penumpang oleh maskapai Wings Air dan penumpang menunggu kepastian penerbangan dari Wings Air.

Maskapai penerbangan melakukan efisiensi dan lebih selektif dengan menghentikan operasi hari yang disebabkan tingkat keterisian penumpang dan beban operasional yang tinggi. Selanjutnya untuk kepastian penerbangan maskapai wings air membutuhkan jaminan block seat dengan harga kekinian pasca naiknya avtur yang mendekati TBA dengan satu rangkaian penerbangan dari Makasar-Muna Barat-Kendari-Muna Barat-Makasar dengan jaminan seat 50 setiap penerbangan.

Dalam koordinasi dimaksud, Pemda Muna Barat mengusulkan kepada Maskapai lion Air yaitu Pertama model pembiayaan ada 2 yaitu Pertam, model non stimulus/insentif yaitu forkopimda dan semua stakeholder berkomitmen melaksanakan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara serta model stimulus/insentif dengan pemda memberikan subsidi biaya operasi pesawat (BOP) dengan menjamin sejumlah tertentu tempat duduk yang terjual (block seat)

Kedua, menentukan jumlah seat minimum (BEP Prop: 100 LF) untuk setiap trip/sektor.

Ketiga, menentukan jaminan seat pada trip tunggal (one way/satu arah) atau trip gabungan (pulang/pergi).

Keempat, menyepakati besaran tarif yang akan digunakan sebagai harga satuan subsidi.

Kelima, menyepakati jumlah frekuensi penerbangan.

Keenam, menyepakati besaran jaminan deposit dan besaran top up (tambahan jaminan deposit).

Ketujuh, melakukan rekonsiliasi data manifest terhadap data aktual passanger board.

“Pemda Muna Barat bersama Ka. UPB Sugimanuru akan menginisiasi rapat bersama Pemda pengguna Bandara Sugimanuru yaitu Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah termasuk Kabupaten Buton Utara untuk mengkoordinasikan kebijakan dukungan konektivitas transportasi udara,” tutup Jebolan STPDN 07.

Laporan : Muhammad Nur Alim

Editor

Comment