TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dinas Perdagangan Kabupaten Kolaka Utara menyebutkan sebanyak enam titik penyaluran elpiji 3 kilogram telah didistribusikan ke enam pangkalan di wilayah Kecamatan Lasusua. Penyaluran tersebut dilakukan langsung oleh distributor dari depot Pertamina Kolaka guna memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Abu Bakri, membenarkan adanya distribusi tersebut dan memastikan pihaknya melakukan pemantauan langsung di lapangan.
“Benar, hari ini, Senin (20/4/2026), kami baru saja dari lapangan memantau langsung pembongkaran elpiji 3 kilogram di enam pangkalan di Kota Lasusua,” ujar Abu Bakri kepada wartawan di lokasi pelantikan, Gedung GOR Pemuda Olahraga, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut, Abu Bakri menjelaskan bahwa pasokan elpiji 3 kilogram untuk wilayah Kolaka Utara sejauh ini tidak pernah mengalami kelangkaan dari depot Pertamina Kolaka. Menurutnya, kondisi yang kerap dianggap langka dipicu oleh pembelian warga yang melebihi kebutuhan.
“Penyaluran sebenarnya lancar, tidak pernah langka dari depot. Namun, pemicu kelangkaan adalah banyaknya warga yang membeli lebih dari satu tabung,” jelasnya.
Selain itu, Abu Bakri juga menyoroti penggunaan elpiji 3 kilogram oleh pihak yang tidak berhak, termasuk aparatur sipil negara (ASN).
“Selain masyarakat dan pedagang kaki lima, ada juga kalangan ASN yang menjabat sebagai kepala bidang menggunakan elpiji 3 kilogram, termasuk di perkantoran. Seharusnya itu tidak boleh karena bukan hak mereka,” tegasnya.
Menurutnya, penggunaan elpiji subsidi di lingkungan perkantoran merupakan pelanggaran, mengingat setiap kantor telah difasilitasi tabung Bright Gas non-subsidi.
“Sudah ada tabung Bright Gas berwarna merah muda di setiap kantor, tetapi masih ada yang memilih menggunakan elpiji 3 kilogram. Itu jelas pelanggaran,” ungkap Abu.
Sementara itu, hasil pemantauan lapangan menunjukkan kondisi di beberapa pangkalan relatif sepi dari antrean pembeli. Salah satunya di pangkalan Watuliu yang biasanya ramai, kini terlihat lebih lengang.
“Hari ini ada enam titik pembongkaran di Kecamatan Lasusua, di antaranya di Watuliu dan Desa Patowanua. Kondisi di pangkalan Watuliu sepi. Biasanya warga berkerumun, tetapi alhamdulillah setelah tiga titik pembongkaran, pembeli sudah tidak membeludak,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa penjualan berlangsung normal dan tidak menunjukkan adanya kepanikan di masyarakat.
“Kalau masih dibilang langka, dari tadi saya duduk di sini baru sekitar 10 tabung yang terjual,” pungkasnya.
Laporan: Ahmar


















Comment