TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, membuka kegiatan Sosialisasi Lomba Perpustakaan Desa Terbaik tingkat Kabupaten Kolaka Utara yang diikuti 63 desa dari 15 kecamatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penguatan kapasitas pengelolaan perpustakaan desa.
Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara, Kamis (16/4/2026), dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur perangkat daerah, akademisi, organisasi perempuan, hingga perwakilan perusahaan pertambangan, serta para kepala desa dan pengelola perpustakaan desa.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPPTIK).
Dalam sambutannya, H. Jumarding menegaskan bahwa lomba ini tidak semata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas perpustakaan desa secara menyeluruh.
“Hari ini saya hadir untuk membuka sekaligus mengikuti sosialisasi perpustakaan terbaik kabupaten. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan jantung peradaban dan sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Kolaka Utara.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong seluruh perpustakaan di Kolaka Utara, baik di tingkat desa maupun sekolah, agar terus berinovasi menjadi pusat literasi yang nyaman dan informatif.
“Mari kita tanamkan budaya membaca demi mewujudkan generasi yang cerdas dan berdaya saing,” katanya.
Menurutnya, lomba perpustakaan desa terbaik juga menjadi sarana evaluasi dan motivasi bagi desa untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi dan motivasi agar desa terus meningkatkan kualitas layanan serta peran perpustakaan dalam pembangunan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi perpustakaan di era digital.
“Kami berharap perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi berkembang menjadi pusat literasi, pusat inovasi, dan ruang pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam memajukan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara, Murni Baso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pengembangan perpustakaan desa yang lebih inklusif dan berdampak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya perpustakaan desa yang inklusif, menarik, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan perpustakaan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, berdasarkan ketentuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, desa yang telah meraih juara pertama pada tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti lomba selama tiga tahun, guna memberi kesempatan bagi desa lain untuk berkembang.
Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola perpustakaan melalui teknologi informasi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
“Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi ini menjadi langkah strategis agar pengelola perpustakaan mampu beradaptasi di era digital serta menghadirkan layanan yang lebih efektif dan efisien,” tutupnya.
Laporan: Ahmar















Comment