Gandeng Badan Gizi Nasional, Ahmad Syafei Gelar Sosialisasi MBG di Kolut

Berita, Kolaka Utara1591 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi III H. Ahmad Syafei menggelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis dengan menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) di Masjid Agung Kota Lasusua, Senin (24/2/2025).

Kedatangannya di sambut Asisten. I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintahan Kolaka Utara, Mukhlis Bachtiar, S.Pi., M.P, Sekretaris bersama DPC Partai PDIP sekaligus Anggota DPRD Kolaka Utara, Drs Nasir Banna dan Satuan Kerja Perangkat Daerah, serta para Camat.

Dalam rapat Sosialisasi diikuti para Kepala Desa,para pelajar, Guru, tokoh Masyarakat Pimpinan BUMD, Pimpinan Asosiasi, para pengusaha Kuliner

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintahan Kabupaten Kolaka Utara yang didaulat mewakili Bupati, Mukhlis Bachtiar menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara sangat senang telah mendapatkan perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tenggara untuk membahas pemberian Makan Bergizi Gratis bagi pelajar pada tahun 2025 menuju generasi sehat

“Perlu kami sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten saat ini telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan serta kesiapan pemberian Makan Bergizi Gratis,” ujar Mukhlis Bachtiar saat menyampaikan sambutan Bupati Kolaka Utara. Senin (24/2/2025).

Lebih lanjut, Mukhlis Bachtiar mengatakan tetapi semua pihaknya masih membutuhkan suatu masukan atau saran dengan adanya Sosialisasi yang digelar Anggota Komisi IX ini merupakan langkah awal untuk memulai program Makan Bergizi Gratis.

“Pemberian Makan Bergizi Gratis yang sudah di alokasikan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bisa berlangsung sebagaimana yang di inginkan Pemerintah Pusat,” ucapnya

Menurut, Mukhlis Bachtiar apalagi dalam Sosialisasi ini Badan Gizi Nasional turun langsung bersama Anggota DPR Ri sehingga kita dapat melaksanakan program ini dengan baik.

“Saat ini kami telah melakukan penanaman sayur mayur dan pemeliharaan ikan diberbagai lokasi kolam milik Pemerintah Kabupaten dan hasilnya itu untuk bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya

Selain itu, Mukhlis Bachtiar berharap dari Pemerintah Pusat agar ada penambaha suplay bahan pangan karena pihaknya menilai ketersedian bahan pangan masih kurang untuk memenuhi Program Makan Bergizi Gratis.

“Bahan pangan yang ada sekarang dibeberapa lahan kebun dan kolam belum cukup memenuhi kebutuhan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Visi Misi Asta Cita,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasia Indonesia Perjuangan, H. Ahmad Safei menjelaskan kedatangannya pertama kali ini di Kolaka Utara adalah melakukan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis sesuai dengan bidangnya di Komisi IX DPR RI dengan bermitra di empat lembaga Kementerian mulai dari Kesehatan, Tenaga Kerja,dan Kependudukan serta empat Badan termasuk Badan Gizi Nasional BPJS, dan BPOM.

Pihaknya mengklaim untuk daerah Pemilihan Dapil Sulawesi Tenggara hanya dirinya yang masuk bergabung di Komisi IX DPR RI sehinga wilayah kerjanya di 17 Kabupaten dan Kota untuk menyelesaikan Program Sosialisai Makan Bergizi Gratis karena program ini sesuai Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

“Makanya program ini apapun kendalanya pihak Pemerintah Pusat harus jalani karena ini adalah program skala prioritasnya,” katanya

Menurut, Politisi Partai PDIP ini pihaknya mendapatkan informasi bahwa Ketersedian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau Dapur Umum untuk program makan Bergizi Gratis (SPPG) baru ada satu yang tersedia di Sulawesi Tenggara.

“Sehingga inilah yang mejadi beban di Komisi IX untuk Dapil Sultra program ini belum berjalan karena disebabkan belum tersedianya SPPG atau Dapur Umum di setiap Daerah sehingga menjadi suatu problem saat ini,maka dari itu kami bersama bersama Badan Gizi Nasional menyampaikan Informasi ke daerah-daerah agar secepatnya dilakukan Pembangunan SPPG,” tuturnya

Menurutnya,ada dua skema yang ditawarkan Pemerintah Pusat pertama melalui Anggaran APBN dan kedua melalui kemitraan karena APBN ini sepertinya agak rumit sehingga di proriotaskan melalui kemitraan.

“Ini peluang bagi dunia usaha kuliner karena program makan bergizi gratis mempunya dua tujuan utama pertama menyiapkan generasi kedepan dengan mempunyai intelegensi yang baik dan kedua diharapkan bisa meningkatkan perputaran ekonomi Daerah,” terangnya

Menurutnya untuk wilayah Kabupaten Kolaka Utara membutuhkan sekitar 10 unit SPPG atau Dapur umum atau lebih sesuai dengan rujukan kami di Badan Gizi Nasional dan kami juga mengingat kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kolaka Utara.

“Agar berhati-hati dan tidak tertipu dengan para calo yang memanfaatkan informasi baik itu pembangun rumah dapur maupun distributor dan lain sebagainya, yang dapat mengeluarkan informasi resmi adalah Badan Gizi Nasional atau melalui kami di Komisi IX,” tutupnya

Laporan : Ahmar

Comment