Hindari Kontak Dengan Wartawan, Polda Sultra Gelar Latihan Bersama Penanganan Unjuk Rasa

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar latihan bersama wartawan kamtibmas dan personil Polda Sultra dalam liputan kegiatan unjuk rasa (Unras), di Lapangan Apel Mapolda Sultra, Kamis, (27/5/2021).

Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sultra, Kombes Pol Tumpal Damayanus mengatakan, latihan bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas kepolisian dan insan pers untuk menghindari atau memperkecil kemungkinan terjadinya kontak fisik terhadap wartawan dari pihak keamanan ataupun unsur-unsur lain yang terlibat dalam situasi unjuk rasa.

“Ini dalam rangka sinergitas antara rekan-rekan wartawan dengan kita Polda Sultra dalam rangka penanggulangan huru-hara, dimana posisi wartawan yang seharusnya di tempat yang aman dan terlindungi, hari ini kita peragakan,” kata Tumpal di Mapolda Sultra, Kamis, (27/5/2021).

Dalam simulasi ini, Kabag Ops Sat Brimobda Sultra AKP Asri Diyni menjelaskan tiga situasi dalam unras yang perlu diperhatikan saat melakukan peliputan yaitu situasi hijau, kuning dan merah.

Di situasi hijau atau situasi massa aksi melaksanakan unjuk rasa dengan damai, wartawan diperbolehkan mengambil gambar di depan massa aksi atau tim pengamanan (negosiator) dari Polwan Polda Sultra dan Dalmas Awal.

Di situasi kuning, saat masa aksi mulai mendorong barisan pengamanan, wartawan diimbau untuk mengambil gambar pada radius 20 hingga 30 meter di samping kiri/kanan pasukan pengamanan Dalmas Lanjut.

Dan di situasi merah, saat masa aksi mulai tidak terkendali dan melakukan aksi-aksi yang membahayakan, wartawan diimbau untuk mengambil gambar di belakang tim pengamanan bahkan juga diperbolehkan untuk mengambil gambar dari atas mobil pengurai masa milik kepolisian.

Dasar pelaksanaan kegiatan ini, kata Asri, yaitu undang-undang nomor 40 tahun1999 tentang pers, Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap nomor 16 tahun 2016 tentang Dalmas, Perkap nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, Perkap nomor 8 tahun 2010 tentang tata cara lintas ganti tentang tindakan kepolisian dalam penanggulangan huru-hara. “Dan Protap 01 tahun 2010 tentang penanggulangan anarki,” jelas Asri.

Sementara itu, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Sarjono mengapresiasi langkah kepolisian yang memperhatikan keselamatan pers dalam peliputan UNRAS, ia berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut untuk mengedukasi wartawan di daerah-daerah beresiko lainnya seperti Kota Baubau, Kabupaten, Konawe, Konawe Utara, Kolaka Utara dan Kabupaten Muna.

“Penerapan yang disampaikan oleh pak Kabag Ops (Sat Brimob) masih belum sempurna tapi paling tidak sudah banyak hikmah dan pengalaman yang bisa kita petik dari situ, kami harap kegiatan-kegiatan serupa berlanjut karena hari ini yang mengikuti kegiatan adalah teman-teman yang liputan di Kendari belum termasuk teman-teman wartawan di daerah beresiko lainnya,” tuturnya.

Laporan: Emil

Editor