TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Cegah potensi gagal panen, Kader Tani Merdeka Indonesia (TMI) menginisiasi kegiatan pembasmian hama tikus di areal persawahan Kecamatan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Langkah ini merupakan upaya memperkuat ketahanan pertanian sekaligus bentuk kepedulian terhadap petani pada musim tanam tahun ini.
Kegiatan pembasmian dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Ranteangin, Desa Landolia, dan Desa Rantebaru. Aksi tersebut menjadi wujud kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
Inisiatif ini digagas para tokoh masyarakat bersama pemerintah desa dan kelurahan, mencerminkan tingginya kesadaran kolektif akan pentingnya pengendalian hama sebagai bagian dari strategi perlindungan hasil pertanian.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumarding, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nusbah Nuhun, perwakilan Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Ranteangin, Kapolsek, Danramil, para penyuluh pertanian, serta jajaran DPD TMI.
Sejumlah tokoh masyarakat juga terlibat aktif, di antaranya Ridha, penyuluh pertanian Aidir Akbar, serta Lurah Ranteangin Amiruddin Musa yang juga kader TMI dan pengurus DPD II TMI Kolaka Utara. Dengan koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kolaka Utara menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan kebutuhan maupun aspirasi kepada pemerintah.
“Tujuan utama pemerintah adalah memastikan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani sebagai pilar ketahanan pangan daerah,” ujar H. Jumarding, Rabu (12/2/2026).
Di tempat yang sama, Ketua DPD II TMI Kabupaten Kolaka Utara, Andi Baso Mappangile, menyatakan kehadiran para pemangku kebijakan menjadi indikator kuat sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan petani sebagai fondasi pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Kehadiran pemerintah hari ini merupakan wujud nyata komitmen dalam melindungi petani dari risiko gagal panen,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nusbah Nuhun, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung petani sesuai kewenangan dan kapasitas dinas sebagai bentuk pelayanan publik yang responsif.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan praktik pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi (participatory development), di mana keterlibatan berbagai pihak memperkuat efektivitas program pertanian.
Ia juga menilai inisiatif kader TMI mencerminkan peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam menjembatani komunikasi antara petani dan pemerintah, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pertanian yang adaptif dan berdaya saing.
Nusbah berharap pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi model gerakan kolektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Amiruddin Musa selaku pengurus DPD II TMI Kolaka Utara. Ia menilai petani saat ini dituntut menerapkan pola kerja yang cerdas, kreatif, dan kolaboratif.
“Karena itu, kami mengundang Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk melihat langsung ketekunan serta inovasi masyarakat dalam mengelola lahan persawahan,” tegasnya.
Laporan: Ahmar
















Comment