TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dipertemuan ke-4 Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara bersama jajarannya ajak diskusi dengan para Kader Posyandu Desa yang berasal dari tiga Kecamatan, Pakue,Pakue Tengah dan Pakue Utara terkait dengan kondisi pasien Stunting di wilayah kerja mereka masing-masing.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kolaka Utara, Dr. H. Taupiq, S.S.P., M.M bersama jajarannya selain membuka secara resmi acara Rembuk Stunting kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari juru bicara Dinas Kesehatan terkait perkembangan data Kasus Stunting di tiga Kecamatan setelah itu dilakukan diskusi dengan para kader Posyandu Desa dan Para Kepala Puskesmas.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara, Dr. H. Taupiq, S menjelaskan kegiatan diskusi ini dilakukan selain para Kepala Puskesmas juga para Kader Posyandu yang bertugas di pelosok Desa terutama pada daerah pegunungan yang sulit di lalui kendaraan
“Kehadiran saya hari ini di pertemuan ke – 4 Rembuk Stunting di Kecamatan Pakue Utara adalah untuk menanyakan langsung dan mendengarkan seperti apa jawaban mereka para Kader Posyandu yang bertugas di pelosok Desa dalam menangani pasien Stunting,” ujar H. Taupiq dalam acara diskusi Rembuk Stunting yang dirilis Dinas Kominfo, Senin (8/7/2024).
Lebih lanjut, H. Taupiq, S mengatakan dari hasil diskusi yang hampir satu jam lamanya pihak menemukan beragam jawaban dari para kader posyandu dan Kepala Puskesmas dan setelah itu kami akan menampung dan meramu semua jawaban mereka untuk dibahas di pertemuan selanjutnya.
“Hasil jawaban mereka itu rata-rata kondisi pasien Stunting berasal dari Keluarga yang berpenghasilan rendah atau ekonomi lemah itu yang pertama,kedua adanya pernikahan usia dini, dan ketiga faktor lingkungan,” katanya
Menurut,H.Taupiq S setelah di pertemuan ke-4 ini masih ada lagi pertemuan ke lima di yang dipusatkan di Kecamatan Batu Putih pada Selasa (9/7/2024) yang di ikuti tiga Kecamatan, Porehu,Batu Putih dan Tolala
“Kegiatannya sama Rembuk Stunting dengan pemaparan kondisi pasien Stunting di tiga Kecamatan,” katanya
Selain itu, pihak mengklaim bahwa di tiga Kecamatan wilayah Pakue raya telah mencapai target 100 persen hasil Sensus Stunting dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2024.
“Kami telah mengetahui kondisi perkembangan Kasus Stunting setiap Desa dan Kelurahan dari tiga Kecamatan, Pakue, Pakue Tengah dan Pakue Utara dan bahkan dibeberapa Kecamatan telah masuk datanya ke kami,” klaimnya
Laporan : Ahmar




















Comment