KS SLBN Bombana Klarifikasi Soal Pemotongan Honor dan Jumlah Siswanya

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BOMBANA¬†— Kepala Sekolah Luar Biasa (KS-SLB) Negeri Bombana, Ramlah mengklarifikasi pemberitaan pemotongan honor guru honorer yang dilakukan pihak sekolah terhadap salah seorang guru yang mengajar di sekolah yang di pimpinya.

Saat meminta hak jawabnya kepada TOPIKSULTRA.COM, Jumat, (21/01/2022), Ramlah mengklarifikasi bahwa, meski benar terjadi, pemotongan honor tersebut dilakukannya bukan tanpa alasan.

Menurutnya pemotongan honor sebesar Rp 500.000 dari nilai 1,3 juta yang tertera di slip gaji tersebut dilakukan hanya satu kali, itupun atas pertimbangan pihak sekolah bahwa guru tersebut masih baru sebagai pengajar di SLB Bombana.

“Dia kan baru masuk, harusnya saya tau dulu dia seperti apa,” terangya

Selain itu, alasan dibalik pemotongan honor tersebut juga ditenggarai saat SLB Bombana hendak akan di akreditasi oleh tim akreditasi sekolah. Tepatnya di Bulan Delapan Tahun 2021.

“Itu pemotongan bukan untuk saya. Saya sampaikan ke dia. Ini saya gunakan hal lain. karna mau turun tim. Artinya saya tutupi yang lain, benahi yang lain. saya beli leptop dan lain lain,” urainya.

Selanjutnya, Ramlah menuturkan, pemotongan honor tidak dilakukan tanpa sepengetahuan guru bonorer terkait. Katanya, sebelum pihak sekolah pada akhirnya memutuskan hal itu guru tersebut sudah di beri penahaman darinya, terkait alasan akan dilakukanya pemotongan honor.

“Artinya apa ? yang kita lakukan dia sudah tau. dia juga jawab, Ia bu saya mengerti,” tuturnya.

Sedangkan soal jumlah tenaga pengajar di Sekolahnya, Ramlah menerangkan bahwa memang benar disekolah tersebut pernah terdapat empat orang pengajar yang terdiri dari tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan satu orang guru hononer ataupun Guru Tidak Tetap (GTT), namun salahseorang PNS_nya ditarik bertugas di Kota Kendari.

“Tersisah dua PNS satu honorer. Bertiga yang berjalan ditahun 2021. Tapi sekarang saya sudah keluarkan (Guru GTT) saya patenkan tadi malam masih mau mengajar atau tidak, karena sudah tiga bulan tidak datang,” ucapnya.

Dengan penjelasan itu, Ramlah membantah bahwa terdapat laporan tiga pengajar honor di sekolah tersebut, dengan dasar laporan buku kas umum (BKU) tahun 2021 yang hanya terdapat satu tenaga honorer yang dibayarkan.

“Mana ada tiga honor. Itu tidak ada,” imbuhnya.

Adapun soal jumlah 23 siswa yang terdaftar di dapodik seperti yang di ungkapkan Andi Satriana sebelumya juga dibenarkan oleh Kepala sekolah yang mengaku bertugas sebagai Kepala sekolah kedua sejak berdirinya SLB Bombana ini. Namun ia membantah jika ke 23 siswa ini terdapat ada siswa yang belum pernah hadir kesekolah.

“Kalau Bu Ana dia bilang saya datang cuman siswa sekian. Dia (Andi Satriana) datang tahun berapa. Sebelumya yang datang itu selang seling, yang mana saja orang tuanya mau bawa,” imbuhnya.

“Sebelumnya itu mobilku full full saya pakai mengantar, tapi kasian juga ini uangku pribadi mobilku rusak dimana saya mau ambillkan saya pakai terus mengantar,” tambahnya.

Hal sama juga diklarifikasi Bendahara SLB Bombana, Andi Satriana, menurutnya alasan soal pemotongan honor atau penggajian tersebut sebelumnya sudah sudah disampaikannya.

“Kenapa bisa seperti itu karna dipengaruhi oleh kebutuhan sekolah dan pertimbangan kepala sekolah terhadap kinerja gurunya,” urai guru PNS ini melalui pesat whatsapp kepada TOPIKSULTRA.COM, Jumat, (21/01/2022).

Sementara itu, Ana Maryam selaku guru honorer yang sebelumnya dilaporkan mengalami pemotongan honor tidak menjawab upaya konfirmasi ulang yang di lakukan TOPIKSULTRA.COM, Jumat, (21/01/2022) malam.

Selanjunya pada, Sabtu, (21/01/2022) upaya konfirmasi kembali yang dilakukan wartawan. Namun masih menemui hal yang sama. Ana Maryam tidak memberikan komentar apapun.

Sebelumnya Ana Maryam yang berhasil di Konfirmasi pada, Rabu, (19/01/2022) lalu mengatakan bahwa benar dirinya pernah menjadi pengajar di SLB yang terletak di Kecamatan Rumbia Tengah ini.

Menurutnya, Ia mengajar disekolah itu di tahun 2019 lalu, hingga akhirnya memilih mungundurkan diri dengan alasan yang tidak bisa ia jabarkan.

“3 bulan lalu saya istirahat mengajar. Kalau alasan mengundurkan diri kayaknya tidak etis juga saya jabarkan,” tulisnya melalui pesan Whatsapp, Rabu, (19/01/2022).

Laporan: Refli

Editor

Comment