TOPIKSULTRA COM, KOLAKA UTARA — Setelah melalui proses penulisan selama satu tahun, PS Kanit Binmas Polsek Lasusua, Polres Kolaka Utara, Aiptu Lapa, resmi merampungkan sebuah buku berjudul “Cogito, Ergo Sum dan Perspektif Dunia Intelijen”. Buku tersebut diterbitkan oleh CV Elfatih Media Insani, Cimahi, Jawa Barat, dan dicetak sebanyak 50 eksemplar. Kamis (5/2/2026).
Buku ini mengulas evolusi makna intelijen yang terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, khususnya dalam praktik dan aktivitas intelijen di era modern.
Aiptu Lapa menjelaskan bahwa frasa Cogito, Ergo Sum dipilih karena memiliki relevansi kuat dengan perspektif dunia intelijen, yang menekankan pentingnya kekuatan berpikir kritis.
“Frasa ini sangat relevan dengan pengalaman saya sebagai praktisi intelijen selama 22 tahun. Intelijen adalah seni meragukan, menganalisis, memverifikasi, serta membaca realitas di balik kabut ketidakpastian,” ujar Aiptu Lapa saat diwawancarai melalui WhatsApp, Kamis (5/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa buku tersebut bersifat reflektif sekaligus menjadi bentuk kritik dan evaluasi terhadap kinerja intelijen. Menurutnya, peran intelijen sangat vital karena berada di garda terdepan dalam mengantisipasi berbagai ancaman melalui deteksi dini dan peringatan dini.
Aiptu Lapa juga menyoroti perubahan karakter ancaman yang dihadapi saat ini. Seiring meningkatnya pola pikir kritis masyarakat, ancaman tidak lagi hanya berasal dari interaksi di dunia nyata, tetapi juga muncul melalui ruang digital dan kejahatan siber (cyber crime).
“Potensi ancaman saat ini sangat berbeda. Bukan hanya muncul dari interaksi di dunia nyata, tetapi juga melalui dunia maya,” jelasnya.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, ia menekankan pentingnya sikap inovatif, solutif, dan adaptif, baik bagi aparat intelijen maupun masyarakat secara umum.
“Saya juga mengajak masyarakat untuk menyikapi setiap persoalan secara kritis tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan etika,” tambahnya.
Melalui buku ini, Aiptu Lapa berharap masyarakat dapat memahami bahwa intelijen bekerja secara senyap dengan penuh dedikasi dan loyalitas dalam menjaga kedaulatan negara. Intelijen, menurutnya, bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan memiliki peran penting dalam menangkal berbagai bentuk ancaman demi terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.
Selain itu, Aiptu Lapa mengungkapkan rencana untuk menulis buku lanjutan dengan tema yang berbeda. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar bertanggung jawab dalam menempuh pendidikan, karena intelijen tidak hanya dipahami sebagai sebuah organisasi, tetapi juga sebagai pengetahuan dan kecerdasan berpikir kritis.
“Berpikir kritis merupakan salah satu implementasi dari intelijen, karena intelijen adalah kecerdasan atau intelektual,” pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya Aiptu Lapa juga telah menerbitkan buku berjudul “Generasi Z dalam Literasi Digital” melalui penerbit yang sama.
Laporan: Ahmar



















Comment