TOPIKSULTRA.COM, MAKASSAR — Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) mengambil langkah strategis untuk memperkuat jejaring global melalui perluasan kerja sama internasional. Pada tahun 2026, UTAMA menargetkan pengembangan kolaborasi yang lebih intensif dengan negara-negara Asia, khususnya kawasan Asia Tenggara, dengan fokus utama pada Malaysia.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III UTAMA, Dr. Diana Mirja Togubu, S.Si., M.Kes, usai mengikuti rapat bersama pimpinan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) yang membahas persiapan pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kampus UTAMA dan diikuti pimpinan UMK melalui Zoom Meeting, Rabu (5/2/2026).
Sementara itu, Wakil Rektor II UTAMA, Muhammad Basyir, S.KM., M.Kes, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi UTAMA dalam memperkuat kemitraan global, khususnya di bidang pengembangan akademik bertaraf internasional.
“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi kedua institusi untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang dilandasi kepentingan bersama,” ujar Muhammad Basyir melalui rilis resmi Humas UTAMA, Rabu malam (5/2/2026).
Ia menegaskan bahwa keterlibatan langsung pimpinan kedua universitas dalam pertemuan tersebut mencerminkan keseriusan UTAMA dan UMK dalam membangun kerja sama multidisiplin yang berkelanjutan.
Terpisah, Rektor UTAMA, Andi Yusuf, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa diskusi berlangsung hangat dan produktif. Kedua belah pihak saling memaparkan visi serta arah pengembangan institusi masing-masing. Dari pihak UMK, pertemuan diwakili oleh Dr. Shah Iskandar Fahmie, yang menekankan fokus UMK pada pengembangan kegiatan bertaraf internasional.
“UTAMA memaparkan komitmen dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan program-program akademik berstandar internasional. Dari diskusi tersebut terlihat bahwa kedua institusi memiliki kekuatan keilmuan yang saling melengkapi dan membuka peluang kolaborasi yang luas,” jelas Rektor UTAMA.
Sebagai hasil pembahasan, kedua universitas sepakat untuk mengimplementasikan sejumlah program kerja sama, di antaranya international student mobility, staff exchange, research collaboration, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, kapasitas riset, serta mendorong pertukaran pengetahuan antara dosen dan mahasiswa.
Lebih lanjut, Rektor UTAMA berharap kerja sama ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi.
“Sinergi ini diyakini dapat berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan daya saing global kedua universitas. MoU ini diharapkan menjadi awal kolaborasi jangka panjang yang melahirkan inovasi dan dampak positif bagi masyarakat luas,” tutupnya.
Laporan: Ahmar




















Comment