Pastikan Akurasi Data Penderita Stunting di Kolaka Utara, DPP-KB Launching Sensus

Berita, Kolaka Utara2490 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Untuk memastikan Akurasi Data Penderita Stunting yang diduga mulai terindikasi di 15 Kecamatan dari 133 Desa dan Kelurahan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB ) Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan bekerjasama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten menggelar Launching Bulan Sensus Stunting yang akan digelar pada awal bulan Juni tahun 2024.

Acara Launching tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting termasuk Ketua DPRD Kolaka Utara, Buhari, S.Kel, M.Si, Kapolres Kolaka Utara, AKBP Arief Irawan, S.IK., M.H Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Ir. Mukhlis Bachtiar, para camat, serta Kepala Puskesmas.

Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kabupaten Kolaka Utara, Ihwan menyampaikan semenjak tahun 2023 dengan segala upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk menurunkan penyakit Stunting yang dialami warga Kolaka Utara namun belum menuai hasil maksimal.

” Baik dalam skala Kabupaten, dan Nasional kemudian Presiden memberikan amanah untuk menangani masalah Stunting ini paling tidak adanya ketidaksesuaian angka – angka Survei yang dilakukan oleh pihak Kementerian Kesehatan sehingga kita akan melakukan Sensus kembali pada tanggal 1 bulan Juni 2024 untuk memastikan Akurasi Data Penderita Stunting di Kolaka Utara agar dapat lebih baik lagi,” ujar Ihwan saat memulai acara launching sebelum dibuka secara resmi oleh Bupati Kolaka Utara.30/5/2024

Ditempat yang sama, Penjabat (Pj). Bupati Kolaka Utara,Dr.Ir. Sukanto Toding,MSP.MA menyampaikan secara nasional dengan  berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Survey itu menyebutkan jika prevalensi stunting pada 2021 sebesar 29.1 persen alami penurunan menjadi 24,8 pada 2022 dan alami lonjakan pada 2023 menjadi 31,8 persen. Bahkan, angka ini mengalami peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Angka stunting yang meningkat sebesar 7 persen ini merupakan berita buruk yang menjadi latar belakang kita berkumpul di sini. Stunting adalah persoalan nasional yang berdampak di masa depan, terkait dengan indikator kemiskinan dan ancaman bagi generasi muda kita,” ujar Sukanto Toding dalam sambutannya dihadapan peserta Launching

Sukanto Toding menyebut lonjakan prevalensi stunting di Kabupaten Kolaka Utara membuat kita merasa tidak nyaman. Peningkatan jumlah kasus usai alami penurunan tersebut adalah hal buruk.Selain pengaruhi kondisi kesehatan anak juga kemampuan belajar dan produktivitas kerja kerjanya.

” Dengan adanya Bulan Sensus Stunting ini diharapkan dapat mengumpulkan data yang akurat dan menyusun strategi untuk mengatasi.Kita masih memiliki waktu satu bulan untuk mencari data stunting dan memastikan metodologinya tepat,” sebutnya

Selain itu, menurut Sukanto Toding penyakit Stunting merupakan ancaman nyata bagi generasi muda kita. Jika tidak ditangani dengan serius, dampaknya akan sangat besar pada masa depan bangsa ini.

Untuk menangani masalah ini, pentingnya gerakan nasional yang melatarbelakangi surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang aksi 10 intervensi penanganan stunting

“Pertemuan dengan PMD memastikan harus ada unsur penanganan stunting dan 10 intervensi yang sesuai dengan surat edaran akan dibahas,” katanya

Selain itu, Sukanto juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting ini.

“Kesuksesan program ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah daerah, DPRD, Kepolisian, Bappeda, Dinas KB dan Pengendalian Penduduk, Dinas Kesehatan, serta para camat, harus bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan ini,” tegasnya.

Bahkan, Sukanto Toding menginginkan keterlibatan pihak DPRD dengan metode pendekatan politik yang lebih intens kepada konstituen, guna memastikan program penanganan stunting dapat berjalan dengan baik, Polres terlibat dalam pengawasan dan penegakan aturan yang diperlukan.

.”Kami akan memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan efisien,” inginnya

Diakhir sambutannya, Sukanto Toding kembali mempertegas Dengan adanya Kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kolaka Utara. Dengan pelaksanaan Bulan Sensus Stunting, pihaknya berharap dapat mendapatkan data yang lebih akurat sehingga dapat menyusun strategi yang efektif untuk mengatasi masalah Stunting di Bumi Anoa

“Kesepakatan bersama dalam pelaksanaan Bulan Sensus Stunting ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kolaka Utara, menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif untuk masa depan yang lebih baik,”Tutupnya.

Laporan : Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment