Pembangunan Jetty PT Riota Gusur Makam Leluhur Orang Tolaki, DPRD Kolut Bertindak

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, LASUSUA¬†— Pembangunan jetty atau pelabuhankhusus milik PT Riota Jaya Lestari, di Tanjung Watulaki Dusun IV Desa Sulaho Kecamatan Lasusua-Kolaka Utara, berimbas padap enggusuran kuburan tua atau makam leluhur orang Tolaki, di wilayah tersebut.

Buntutnya, pada Rabu,7 Juli 2021, organisasi kepemudaan Tamalaki Patowonua Kolaka Utara, berunjukrasa memprotes tindakan pihak PT Riota Jaya Lestari.

Menyikapi protes Tamalaki Patowonua bersama masyarakat Desa Lambai, Jumat,(9/7/2021), DPRD Kolaka Utara bersama sejumlah instansi Pemda Kolut, dan aparat desa setempat meninjau lokasi pembangunan jetty PTa Riota di Dusun IV Desa Sulaho. Wakil rakyat yang turun lapangan terdiri dari Wakil Ketua I, Hj Ulfa Haeruddin, Wakil Ketua II Agusdin dan 7 anggota DPRD lainnya dari lintas fraksi. Sementara, dari unsur Pemda melibatkan Asisten I Setkab Kolut, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Dikbud, DPM PTSP, Sekcam Lambai.

Wakil Ketua II DPRD Kolaka Utara, Agusdin, usai meninjaui lokasi pembangunan Jetty PT Riota yang diduga telah menggusur makam leluhur masyarakat adat Tolaki, juga telah melihat sejumlah dampak yang muncul akibat pertambangan yang dilakukan PT.Riota Jaya Lestari.

Menurutnya, ada dua hal yang sangat substansi dalam tinjauan legislatif di lokasi pertambangan. Pertama, melihat lokasi titik perkuburan tua yang ada disekitar Jetty dan kedua, aktivitas pertambangan yang dilakukan PT.Riota Jaya Lestari. “Dan kami menemukan adanya dampak yang besar yang ditimbulkan, yaitu rusaknya biota laut. Air laut sudah berubah menjadi kuning sehingga habitat terumbu karang dam ikan menjadi rusak,” kata politisi PDIP ini kepada TOPIKSULTRA.COM, di temui di Kantornya usai tinjauan lapangan.

Agusdin menjelaskan, pihaknya juga sempat berdiskusi dengan sejumlah warga yang berprofesi nelayan yang mengeluhkan terancamnya mata pencaharian mereka akibat dampak pertambangan yang tidak memperhatikan tata kelolah tambang yang baik dan benar.

Dalam waktu dekat, kata Agusdin, DPRD akan kembali menggelar rapat bersama instansi terkait. “Kami sudah sampaikan ke instansi terkait untuk membuat resume sebagai bahan untuk membuat rekomendasi terkait aktivitas tambang PT Riota,” ujarnya.

Menurutnya, secara kelembagaan, DPRD Kolut akan membuat rekomendasi, tetapi sebelumnya akan mendengarkan masukan tehnis dari instansi terkait yang akan menjelaskan secara detil terkait kajian Lingkungan hidup. “Secara tehnis Dinas Lingkungan Hidup yang lenih mengetahui dan bertanggungjawab atas kajian dampak lingkungan hidup,” tuturnya.

Secara kasat mata, kata Agusdin, dampak lingkungan hidup yang ditimbulkan perusahaan pertambangan sangat besar. Hal ini akibat pengelolaan tambang yang tidak memenuhi kaidah dan tata kelolah yang tambang baik dan benar.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment