TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Lokasi Pembangunan Tambat Labuh Perahu Nelayan di dekat dengan lokasi Bandara, Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2023 lalu hingga kini belum terealisasi.
Bukan hanya Nelayan di Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha alami kegagalan pembangunan tetapi termasuk juga di Desa Bahari, Kecamatan Tolala, mereka terpaksa harus menelan pil pahit akibat janji manis dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk secepatnya melaksanakan pembangunan tambat labuh pada 2023 lalu
Lain halnya dengan para nelayan di Desa Lametuna, pembangunan parkiran perahu tersebut merupakan kompensasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara sebab muara sungai yang mereka gunakan sejak puluhan tahun sebagai tempat menambat perahu, tidak dapat lagi dilalui gara – gara masuk lokasi pemetaan bandar udara (bandara).
Sementara para nelayan di Desa Bahari, kehadiran tambat labuh modern dapat memudahkan proses bongkar muat hasil laut nelayan.
Mengingat kondisi dermaga yang memanjang kurang lebih 200 meter di desa penghasil ikan itu sudah sangat memprihatinkan, lantaran lantai dermaga yang terbuat dari papan kayu sudah bolong, tiap pancangnya pun nyaris roboh karena termakan usia.
Meski demikian, hasrat para nelayan untuk menikmati tambat labuh baru, kini pupus sudah sebab pembangunannya belum pasti.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kolaka Utara, Muhsin membenarkan, jikalau tambat labuh yang pembangunannya direncanakan tahun lalu, tidak terealisasi.
“Iya batal karena sampai saat ini tidak ada turun biar perencanaannya juga tidak turun,” kata Muhsin saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp.Sabtu (22/3/2024)
Lebih lanjut,Muhsin mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab batalnya pembangunan tambat labuh di dua desa ini. Yang jelas kami telah berupaya mem-follow up anggarannya melalui Dinas Pekerjaan Umum Kolaka Utara.
“Anggarannya tidak di Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Tenggara, melainkan di Dinas PUPR Provinsi,” ujarnya.
Sebelumnya, Tim Dinas Perikanan Kolaka Utara pada tahun 2023 lalu telah meminta bantuan kepada Sekertaris Dinas PUPR Kolaka Utara untuk membantu mengecek anggaran tersebut ke PUPR provinsi agar anggarannya masuk di perubahan.
Tidak sampai disitu,Tim Dinas Perikanan Kolaka Utara bersama tim teknis PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara tahun lalu juga telah mengunjungi lokasi pembangunan tambat labuh di Desa Lametuna dan Bahari melakukan pengukuran.
Bahkan Anggaran pembangunan tambat labuh yang akan digelontorkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai Rp 3 Miliar, Masing-masing setiap bangunan habiskan Anggaran Rp 1,5 miliar.
Begitu pula pernyataan serupa juga disampaikan Kadis DPM PTSP Sulawesi Tenggara, Parinringi saat masih menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara.
Bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyiapkan anggaran Rp 3 miliar untuk pembuatan tambat labuh di dua lokasi berbeda yakni di Desa Lametuna dan Desa Bahari.
Pihaknya telah mengusulkan pembangunan tambat labuh ke provinsi. Dananya pun menggunakan APBD provinsi.
“Kita sudah usulkan dan alhamdulillah tahun 2023 ini sudah dianggarkan dan dimulai pengerjaannya,” kata eks Pj Bupati Kolaka Utara.
Laporan : Ahmar















Comment