Petani di Desa Wawo Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Berita, Kolaka Utara1692 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Puluhan Petani di Desa Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dari Pemerintah.

Hal itu tersebut terungkap ketika Pj Bupati Kolaka Utara, Parinringi memboyong para perangkat kerjanya ke sawah melakukan panen raya di Desa Wawo, Kecamatan Wawo, Senin (13/2/2023).

Salah satu Perwakilan petani sawah di Desa Wawo, Kecamatan Wawo Kolut, Sarjana Djufri Tambora mengungkapkan, petani sawah saat ini sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi lantaran tidak ada pengecer di kecamatan ini.

“Untuk mendapatkan penyubur tanaman, para petani harus ke kecamatan lain untuk membeli. “Itupun Susahnya bukan main,” keluhnya.

Sarjana Djufri Tambora berharap Pemkab Kolut agar secepatnya mendatangkan bantuan mesin traktor dan dua combine. Sebab, alat yang ada sudah rusak dan beberapa diantaranya tidak ketahui keberadaannya.

“Kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar saluran tersier sawah di tiga titik diperhatikan. Selain dari itu, para petani juga keluhkan mahalnya harga pestisida,” bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kolut yang juga anggota DPRD, Martani Mustafa membenarkan, masih ada kelompok tani di Desa Wawo tidak pernah mendapatkan alat pertanian sama sekali. Mereka selama ini harus meminjam ke tempat lain hanya untuk mendapatkan mesin traktor.

“Bantuan harus berdasarkan kelompok dan bukan person, disesuaikan luas lahan dan prinsip keadilan. Karena di sini (Wawo) ada kelompok yang mendominasi bantuan. Kami prihatin atas ini,” terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolut, Nusbah Nuhung. Dia menjelaskan, soal pupuk bersubsidi selama ini tidak ada pengecer di Kecamatan Wawo, para petani harus ke Kecamatan Rante Angin untuk memperoleh pupuk.

“Itu pun stok kosong pada Januari-Februari hingga kami sendiri harus menjemput di Kecamatan Ngapa,” ujarnya.

Nusba Nuhung juga menyebut, kuota pupuk bersubsidi di Koluy untuk jenis Urea sebanyak 1.093, 76 ton, NPK 1315,36 ton dan NPK Formula 6.804,14 ton. Khusus di Kecamatan Wawo jenis Urea dijatah 69,96 ton, NPK 74 ton dan NPK Formula 292,05 ton.

“Adapun bantuan alat pra panen sejak 2021 dibeberkan telah tersalur 27 unit dan traktor dampak 1 unit. Sedangkan alat pasca panen meliputi combine seller 1 unit, mesin perontok 2 unit, multiguna 2 unit, combine sedang 1 unit dan combine besar 3 unit. “Semua datanya ada dan ini sudah disalurkan sejak 2021,” bebernya.

Menurutnya, keluhan lain petani yakni soal bendungan yang satu bulan terakhir sudah dua kali jebol. Hanya 20 hari pasca perbaikan kembali rusak dan pengairan kembali lumpuh.

“Berfungsi lagi setelah dua hari dikerja,
sama halnya tanggul jebol juga terjadi di Desa Rante Limbong Kecamatan Lasusua. 20 Ha sawah dibiarkan menganggur pemiliknya lantaran takut tanaman mereka jadi sasaran arus jika belum ditanggulangi.,

Sementara Pj Bupati Kolaka Utara, Parinring menegaskan merespon semua kendala petani secara bertahap. Khusus pemberian bantuan, pihaknya menekankan kepada dinas terkait melakukan evaluasi sebelum menyalurkan ke kelompok tani.

“Jangan sampai mengaku kelompok tani tetapi bukan. Penyaluran harus diperjelas dan merata tanpa dibeda-bedakan,” tegasnya.

Parinringi juga bakal meninjau bendungan dan tanggul yang jebol untuk mencari jalan keluarnya.

“Kami berharap para anggota dewan di wilayah dapil masing-masing memperhatiakan keluhan petaninya dan mengkonsultasikannya ke pihaknya untuk dicarikan solusi bersama,” sarannya.

Laporan : Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment