TOPIKSULTRA.COM, MAKASSAR — Rekktorat Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) terus menggenjot pengembangan kampus sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan target penerimaan mahasiswa baru pada pembukaan program studi baru tahun akademik 2026–2027.
Selain pengembangan program studi, fokus utama juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta pembenahan sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik.
Pihak Rektorat UTAMA menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Wakil Rektor II Universitas Tamalatea Makassar, Muh. Basyir, S.Km., M.Kes., menjelaskan bahwa pengembangan kampus dilakukan secara bertahap seiring usia universitas yang masih relatif baru sebagai hasil penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata.
“Walaupun universitas ini tergolong baru, secara historis kami memiliki pengalaman yang panjang. Cikal bakal kampus ini berasal dari bidang kesehatan masyarakat yang telah berdiri sejak tahun 1995,” ujar Muh. Basyir kepada wartawan, Ahad (25/1/2026).
Ia menambahkan, peningkatan daya saing kampus dilakukan melalui penguatan SDM, baik dosen maupun tenaga kependidikan, peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa, serta pembenahan sarana dan prasarana, termasuk kegiatan promosi.
“Promosi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Saat ini, bukan hanya perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi negeri pun aktif mempromosikan kampusnya. Pengembangan kampus sangat bergantung pada jumlah mahasiswa,” ungkapnya.
Untuk tahun akademik 2026–2027, UTAMA menargetkan penerimaan minimal 600 mahasiswa baru melalui berbagai jalur, baik reguler, nonreguler, maupun program sarjana.
“Kami optimistis target 600 mahasiswa dapat tercapai, bahkan berpotensi melebihi angka tersebut. Namun untuk mencapai 1.000 mahasiswa, kami masih menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” katanya.
Muh. Basyir juga menyampaikan bahwa UTAMA membuka peluang seluas-luasnya bagi calon mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia, tidak terbatas di Makassar. Saat ini, mahasiswa UTAMA berasal dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Ambon, hingga Papua.
“Wilayah Indonesia Timur menjadi salah satu fokus kami dalam menjaring mahasiswa,” terangnya.
Selain itu, UTAMA memberikan perhatian besar terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa. Mahasiswa reguler, khususnya lulusan SMA yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), difasilitasi untuk memperoleh Beasiswa KIP maupun beasiswa dari yayasan.
“Tahun lalu kami memperoleh sekitar 70 Beasiswa KIP. Tahun ini jumlahnya sekitar 50 karena persaingan semakin ketat, namun kami tetap berupaya maksimal,” jelasnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, Universitas Tamalatea Makassar optimistis dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing institusi, serta melahirkan lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja.
“Kami terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan, baik dari sisi akademik maupun nonakademik,” sebutnya.
Selain penerimaan mahasiswa baru, peningkatan kualitas SDM dosen juga menjadi perhatian utama. Rektorat mendorong para dosen untuk melanjutkan studi, mengikuti pelatihan, serta aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna menunjang kualitas proses pembelajaran.
Laporan: Ahmar








Comment