Temukan Retailer Tumpuk Minyak Goreng, Perindagkop Sultra Sayangkan Lemahnya Kinerja Pengawasan Perindagkop Bombana

Bombana1142 Views

TOPIKSULTRA.COM, BOMBANA – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Provinsi Sulawesi Tenggara, Siti Salehah, menyayangkan lemahnya kinerja pengawasan Dinas Perindagkop Kabupaten Bombana. 

Pasalnya, ditengah terjadinya kelangkaan minyak goreng, Perindagkop Provinsi Sultra yang justru menemukan dugaan penumpukan barang langka yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat tersebut disalahsalah satu toko retailer jenis Indomaret Bombana yang berada di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia.

Padahal menurut Siti Saleha sejak semalam sudah banyak masyarakat yang mempertanyakan keberadaan minyak goreng tersebut dan hal ini menurutnya luput dari pemantauan Perindagkop Bombana.

“Tadi saya masuk disitu satu literpun tidak ada yang dipajang (di rak jualan). Katanya habis, ternyata kita masuk didalam ada. Itu saya kesal sekali karena masyarakat mau belanja itu katanya tidak ada ternyata tertumpuk didalam (Gudang penyimpanan barang,” terangnya, Senin, (14/2/2022).

Menurut Siti Saleha, kelangkaan minyak goreng sudah terjadi sejak Januari 2022 tentunya sudah sangat membuat masyarakat resah. Oleh karenanya ditengah kondisi seperti ini Perindagkop Bombana diharapkan lebih agresif dan peka dalam melakukan pengawasan perdagangan di Bombana.

“Sayang sekali disaat menjerit masyarakat, seharusnya kita hadir disitu, harus turun tim bersama kepolisian, satgas karena begitu banyak konsumen kita yang dirugikan. Kita tidak boleh bermasa bodoh, tidak boleh berpangku tangan,” ujarnya.

Adapun atas temuannya hari ini, Siti Saleha meminta agar Perindagkop Bombana turun kelapangan, bersama tim dari Kepolisian dan satgas kesemua toko retailer yang ada di Bombana dan untuk Indomaret Bombana Siti Saleha meminta agar Perindagkop setempat memberikan teguran tertulis dan peringatan.

“Dan ketika dia mengabaikan itu ada sangksi berupa pencabutan Izin,” tegasnya.

Sementara itu, hal senada diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Arsyad. Menurutnya hal tersebut bukanlah merupakan hal yang seharusnya di sepelekan. Arsyad mengatakan Perindagkop Bombana seharusnya sudah menganbil langkah langkah untuk mengantisipasi kejadian seperti itu

“Jangan sampai ada pengumpul dan penumpuk. Perindagkop harusnya Lebih tegas lagi. Mestinya harus tanggap,” ucap Arsyad saat ditemui ruang Rapat DPRD Bombana, Senin, (14/2/2022)

Diketahui pada saat Disperindagkop Provinsi melakukan Sidak di Indomaret Bombana didampingi Disperindag Kabupaten, terdapat 65 dos minyak goreng yang ditemukan didalam gudang penyimpanan barang. Hal tersebut terjadi ditengah kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bombana.

Laporan: Refli

Comment