TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dalam meningkatkan kualitas Air, Direktur PDAM Tirta Tampanama Kolut, Tasrim, S.Ag bersama jajarannya pantau langsung petugas UTPD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dalam pengambilan sampel air di empat titik
di Wilayah Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan rutin di laksanakan oleh PDAM Tirta Tampanama untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada 12 ribu pelanggan aktif.
Direktur Tampanama Kolut, Tasrim menyampaikan bahwa kegiatan pengambilan sampel air di empat titik untuk dilakukan pemeriksaan secara langsung untuk mengetahui kualitas Air kita yang di lakukan oleh petugas UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah sehingga pendistribusian air ke masyarakat atau ke rumah-rumah warga menghasilkan kualitas yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
“Ini sudah titik ke empat tepatnya di jalur dua jalan DPRD,dan bukan hanya wilayah Kecamatan Lasusua saja diakukan pengujian tetapi semua wilayah Kecamatan yang di Kolaka Utara yang memiliki IKK Kota Kecamatan kita laksanakan pengambilan sampel maksimal dua titik,” ungkap Tasrim kepada Wartawan saat di wawancarai di lokasi pengambilan sampel. Kamis (19/6/2025)
Lebih lanjut,Tasrim menyebut di tahun 2025 ini pengambilan sampel kedua kalinya dilaksanakan kami bersama jajaran PDAM akan terus berupaya meningkatkan hasil capaian inj guna menjamin kualitas air yang disalurkan ke setiap pelanggang
“Setelah kegiatan ini kita kembali melaksanakan di akhir tahun,yang jelas sudah ada bayangan bahwa kualitas air kita semakin baik hari ini daripada sebelumnya,” ucapnya.
Menurut, Tasrim kegiatan ini merupakan bagian dari pemeriksaan rutin di laksanakan untuk memastikan kualitas air yang lebih baik lagi sehingga pendistribusian ke 12 ribu pelanggan yang aktif tidak ada lagi yang mengeluh
“Hasil pemeriksaan uji laboratorium dari UPTD Kesehatan Daerah kita tunggu dari petugas yang bekerja hari ini.” terangnya.
Selain itu, menurutnya, pihaknya juga tidak menampik mengalami beeberapa kendala terutama pada fasilitas yang ada saat ini sudah berumur atau sudah tua
“Tetapi Alhamdulillah tahun ini akan dilakukan perbaikan berkat dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara,
Menurutnya, fasilitas pengolahan air di Kolaka Utara saat ini masih menggunakan sistem lama, sehingga jajarannya terus berupaya melakukan perbaikan.
pihaknya juga sudah melakukan usulan peremajaan infrastruktur ke Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan sudah mendapat respon positif.
“Untuk dalam kota terutama IKK Lasusua, Pemerintah Kabupaten telah merespon usulan untuk pembangunan jaringan distribusi utama dan Pembangunan tanggul intake Di Rantelimbong dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk tahun ini,” katanya
Menurutnya, untuk di wilayah selatan pihaknya telah dijanjikan dari pihak BPPW Perwakilan Sultra untuk proyek pembuatan SPAM baru di Desa Woise Kecamatan Lambai dengan nilai anggaran sekitar Rp23 miliar lebih SPAM tersebut dikabarkan akan ditender pada bulan Oktober mendatang dan dikalkulasi bisa produksi air berkapasitas 20 liter per detik.
Sementara di wilayah bagian utara masih dalam proses tetapi sudah ada beberapa titik skala kecil telah di usulkan juga ke Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan sudah juga mendapat respon baik untuk ditindak lanjuti
“Terkait keluhan di Desa Lawata, sudah ada koordinasi dengan instansi teknis Dinas PUPR dan akan segera ditindaklanjuti tahun ini. Jadi harapannya, pelayanan air bersih akan semakin merata dan berkualitas,” tambahnya.
Dengan pemeriksaan kualitas air yang terus dilakukan secara berkala serta dukungan anggaran perbaikan infrastruktur, pemerintah Kolut, pihaknya optimistis untuk menggenjot kualitas layanan air bersih akan terus meningkat demi kenyamanan masyarakat.
Ditempat yang sama, Petugas UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah, Nadar,S.S.T menjelaskan hasil pengujian sebelumnya, kadar bakteri dalam air sempat berada di atas ambang batas.,namun setelah pengelolaan ditingkatkan, kualitas air menunjukkan kemajuan signifikan.
“Kalau tahun lalu, ada beberapa titik dengan kadar bakteri yang cukup tinggi. Tapi sekarang, hasilnya sudah memenuhi syarat, layak. Peningkatannya sekitar 85 persen,” tuturnya
Menurutnya, untuk hasil lab mikrobiologi bisa langsung diketahui 1×24 jam, faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kandungan bakteri dikatakan disebabkan oleh banyak faktor yang salah satunya adalah cuaca.
“Kalau soal kandungan kimia air juga bagus dan memenuhi syarat dan aman dimanfaatkan masyarakat,” bebernya
Laporan: Ahmar




















Comment