TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Usulan pembangunan rumah sakit baru di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, terus menunjukkan perkembangan positif. Proposal pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tersebut kini telah resmi diserahkan oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara, H. Ahmad Syafei, kepada Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Rencana pembangunan fasilitas kesehatan ini juga mendapat kawalan ketat dan dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae. Sinergi dua wakil rakyat asal Sultra di Senayan ini dinilai menjadi angin segar bagi percepatan realisasi fasilitas kesehatan yang representatif di Kolut.
Menanggapi hal itu, H. Jumarding, S.E., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen kedua legislator tersebut dalam memperjuangkan aspirasi warga di sektor kesehatan.
“Atas nama pribadi dan masyarakat Kolaka Utara, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Ahmad Syafei dan Bapak Ridwan Bae atas sinergi yang terus dibangun demi memperjuangkan sektor kesehatan di Kolaka Utara. Semoga kolaborasi ini dapat mempercepat terwujudnya RSUD baru demi peningkatan kualitas pelayanan medis masyarakat,” ujar Jumarding melalui rilis resminya, Selasa (7/7/2026).
Dukungan nyata tersebut terlihat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Eselon I Kementerian PU di ruang sidang Komisi V DPR RI, Senin (6/7/2026). Dalam forum tersebut, Ridwan Bae meminta secara langsung agar Ditjen Prasarana Strategis memberikan perhatian khusus pada usulan RSUD Kolaka Utara.
Menurut Ridwan, keberadaan rumah sakit baru sangat mendesak mengingat letak geografis Kolaka Utara yang cukup jauh dari Ibu Kota Provinsi maupun kabupaten tetangga.
“Pak Dirjen Prasarana Strategis, tolong data baik-baik nama daerah yang diusulkan agar tidak salah turun dan terlambat lagi. Khusus rumah sakit di Kolaka Utara ini sangat dibutuhkan karena daerahnya sangat jauh dari Kota Kendari, perjalanan darat sekitar delapan jam. Sementara dari Kolaka bisa empat sampai enam jam dengan kondisi jalan banyak tikungan dan tanjakan tajam. Saya berharap ini bisa diupayakan,” tegas Ridwan Bae di hadapan forum rapat.
Ridwan juga menambahkan bahwa dirinya akan meminta pimpinan daerah Kolaka Utara untuk bertemu langsung dengan Dirjen terkait guna memaparkan kebutuhan rincinya di lapangan.
Sebelumnya, langkah awal percepatan telah dilakukan oleh H. Ahmad Syafei yang menyerahkan dokumen fisik proposal usulan tersebut langsung ke pihak Ditjen Prasarana Strategis. Sinergi kuat antara perwakilan di pusat dan daerah diharapkan mampu memangkas birokrasi, sehingga faskes yang diidamkan masyarakat Kolut bisa segera dibangun.
Laporan: Ahmar



















Comment