Warga Transmigrasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Mubar

banner 468x60

MUNA BARAT, TOPIKSULTRA.COM — Penempatan penduduk transmigrasi di Kabupaten Muna Barat (Mubar) tepatnya di wilayah Tiworo raya sejak tahun 1982-1983 dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Mubar. Hal itu disampaikan kepala Dinas Transmigrasi Mubar, Ahmad Ramadan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (8/3/2021)

Menurutnya, Hadirnya warga trans di Mubar membawa dampak positif di kalangan masyarakat lokal. selain meningkatkan sektor-sektor ekonomi juga memberi warna baru dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Kita bisa lihat di SP 1 misalnya, disana jadi sentral pertumbuhan ekonomi karena usaha mikro mulai berkembang. Kemudian kondisi sosial yang multikultural menggiring masyarakat untuk hidup lebih produktif. Ada persaingan ekonomi disana”,terangnya.

Ramadhan juga mengakui, keberadaan warga transmigrasi mampu mendongkrak memotivasi para petani-petani lokal. Mereka datang di Mubar dengan Ilmu pertanian yang moderen. Sehingga tidak bisa dipungkiri Petani Transmigrasi lebih berkembang dibanding petani lokal kita. Mereka kerja profesional dan memiliki hitungan ekonomi yang matang.

“Ini bukan mendiskriminasi warga lokal kita, tapi kita harus akui itu. Dulu kita bertani hanya untuk kebutuhan jangka pendek. Tanam jagung, dan kacang, atau sayuran hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Coba lihat cara bertani warga trans. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk meningkatkan pendapatan ekonomi”,katanya.

Mantan Kadis Diknas Mubar ini, menyampaikan bahwa Pemda Mubar dan Kementrian Transmigrasi telah melakukan kerja sama dalam bentuk MoU soal penerimaan penduduk transmigrasi. MoU itu di lakukan selama lima tahun. Penempatan wilayahnya di desa La Kabu dan Des Momuntu Kecamatan Tiworo Utara.

“Sebenarnya kita kedatangan trans tiap tahun. Tapi karena Covid 19 ini maka sudah dua tahun di stop. Tahun kemarin kita kedatangan Penduduk trans sebanyak 50 kepala keluarga, berasal dari Pangandaran, dan Sukabumi, dengan mata pencahariaan sebagai nelayan”, jelas Ramadhan.

Ramadhan juga menilai, dengan luas wilayah yang sempit dan pertumbuhan penduduk yang makin meningkat maka kedepan Mubar bisa saja tidak mengusulkan program penempatan penduduk transmigrasi.

“Kalau kita liat dari segi luas wilayah dan pertumbuhan penduduk kita cukup. Tapi ini nanti kita lihat lagi mungkin ada potensi untuk penempatan warga trans. Siapa tau ada desa-desa yang punya potensi nda untuk penempatan Transmigrasi dan mau menghibahkan tanahnya. Atau ada hutan yang dtrurunkan statusnya jadi didatangkan warga Transmigrasi”, pungkasnya.

Laporan: Laode Pialo

Editor