ASMAT – Pemerintah Kabupaten Asmat bersama Forkopimda, pimpinan TNI, POLRI, para kepala suku, tokoh adat dan tokoh masyarakat melakukan deklarasi pembentukan Provinsi Papua Selatan pada hari Rabu 22 September 2021 di aula Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Asmat.
Deklarasi dilakukuan setelah dua hari dialog dan penyerapan aspirasi difasilitasi oleh Panitia Provinsi Papua Selatan bersama tim penyusun naskah akademis PPS dari Universitas Gajah Mada yang dipimpin Dr. Arie Ruhyanto hasilnya telah rampung dan sepakat bersama tiga kabupaten lainnya membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.
“Dokumen kita sudah siap terutama Asmat, untuk Merauke, Mappi dan Boven Digoel informasi dari bupati dan ketua dpr nya sudah disiapkan,” ucap Ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Selatan, Thomas Eppe Safanpo kepada topik Rabu 22 September 2021 di Asmat.
Wakil Bupati Asmat ini menambahkan para bupati dan ketua DPR dari empat kabupaten akan melakukan pertemuan di Kabupaten Marauke sebelum tanggal 30 September 2021 untuk melakukan koordinasi demi melengkapi dokumen syarat pemekaran.
“Dan akan kita serahkan langsung kepada bapak presiden, penyerahan itu nantinya akan melibatkan para tokoh masyarakat,” tambanya.
Thomas Eppe Safanpo juga menyampaikan setelah dokumen diserahkan kepada presidan maka tinggal menunggu. Disampaikannya juga pembahasan pemekaran Papua Selatan akan masuk ke DPR RI pada Bulan November 2021.
“Setelah itu selesai maka kita harapkan pada Desember 2021 pemekaran akan ditetapkan sebagai Prolegnas Tahun 2022, Januari mungkin pembahasan kita harap antara Juni atau Juli sudah ada penetapan undang undangnya,” harapnya.
Diketahui usai deklarasi sejumlah tokoh maryarakat, tokoh perempuan dan para kepala suku menandatangani dokumen persetujuan pemekaran Provinsi Papua Selatan yang disaksikan oleh Ketua Tim PPS dan Ketia Tim Penyusun Naskah Akademis Calon Provinsi Papua Selatan.
Laporan : Hendriansyah








Comment