TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Angin kencang yang baru saja melanda pemukiman Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) merusak 12 unit rumah warga dan 4 perahu nelayan hancur. Kejadian tersebut terjadi sekitar pada pukul 13.00 Wita, Rabu (2/7/2025).
Sejumlah atap bangunan beterbangan di udara dan merobohkan sejumlah pohon yang dilalui pusaran angin berputar atau lebih dikenal puting beliun.
Camat Lasusua Kabupaten Kolaka Utara, Andi Selle membenarkan peristiwa mengerikan yang dialami warga Desa Sulaho sejumlah rumah mereka yang diporak-porandakan angin kencang.
“Dari kejadian ini,Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena warga setempat bergegas berlarian mencari tempat berlindung saat atap rumah mereka hengkang satu per satu di tiup angin,” ujar Andi Selle kepada awak media saya dikonfirmasi. Rabu (2/7/2025)
Lebih lanjut, Andi Selle mengatakan kejadiannya begitu singkat hanya beberapa menit atap sudah terlihat beterbangan di udara.
“Dari kesaksian warga setempat gerakan angin berputar pertama kali terlihat di pesisir pantai dan bergerak masuk ke pemukiman penduduk. Melihat hal itu, warga langsung berlarian mencari bangunan kokoh untuk berlindung,” ungkapnya
Andi Selle menjelaskan pihaknya telah mengarahkan timnya untuk melakukan pendataan awal di lokasi terdampak dan akan diajukan ke instansi terkait.
Dan kami juga mengingatkan warganya tetap berhati-hati karena beberapa hari ini wilayah Kolut intens diguyur hujan lebat dan potensi angin puting beliung harus diwaspadai.
“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan penanganan cepat terhadap warga terdampak, termasuk upaya penyaluran bantuan darurat dan pemulihan pascakejadian,” tutupnya.
Terpisah, Bhabinkamtibmas Desa Sulaho, BRIPKA Heru, S.H membeberkan bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Desa binaannya telah merusak rumah dan perahu nelayan
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga bahwa saat angin kencang tiba-tiba berhembus dan terjadi selama ± 30 menit sehingga mengakibatkan sebagian atap seng rumah menjadi rusak dan ada yg terlepas dari bangunan,” terangnya
Menurut, Heru jumlah rumah dan perahu yang mengalami kerusakan sebanyak 12 rumah dan 4 buah kapal rusak berat
“Saat ini kami bersama Pemerintah Desa setempat langsung melakukan kunjungan dan melaksanakan perbaikan bersama warga,
melakukan pulbaket,memberikan himbauan kepada warga agar tidak panik namun tetap waspada.” bebernya.
Laporan: Ahmar




















Comment