TOPIKSULTRA.COM, KENDARI – Stok beras Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) kantor wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan aman hingga April 2023.
Kepala Bulog Sultra, Siti Mardiati Saing mengatakan ketersediaan stok beras di gudang logistik Bulog sangat memadai sampai tiga bulan ke depan atau kuatal pertama tahun ini dengan jumlah pasokan sekitar 11.000 ton.
“Stok kita di Sulawesi Tenggara saat ini sekitar 11.000 ton. Kalau konsumsi 2.500 ton perbulan berarti stok kita bisa tahan sampai april 2023,” Kata Siti Mardiati Saing saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (12/01/2023)
Menurutnya, angka tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan penjualan, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan tanggap darurat bencana sesuai dengan kebutuhan di Sultra.
Melalui program SPHP, pasokan beras Bulog Sultra langsung disalurkan ke pasar tradisional sampai ke toko-toko yang tersebar di Sultra. Dengan begitu, stabilitas harga beras bisa terjaga.
Lebih lanjut, Mardiati mengatakan dalam mengantisipasi ancaman resesi, Bulog Sultra selalu mengontrol ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) berada di angka 5000 ton.
“Stok kita sampai panen raya masih aman dan pada saat panen raya kita akan menyerap kembali untuk memenuhi stok di bulan-bulan berikutnya sebelum panen semester kedua,” kata Mardiati
Diketahui, sepanjang tahun 2022 Bulog Sultra berhasil menyerap sekitar 30.000 ton beras yang berasal dari petani lokal.
Sementara untuk Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) tahun 2022 berada di angka 25.000 ton dari yang ditargetkan sebesar 21.000 ton.
“Di Sulawesi Tenggara tidak ada impor, kita mandiri dan tahun ini kita optimis dengan target yang sama dengan tahun 2022, kami yakin bisa tercapai,” terang Mardiati
Laporan: Rahmat Rahim





Comment