Kebakaran Mobil Avanza di Pertamina Patowonua Diduga Karena Kelalaian Sopir

Berita, Kolaka Utara2238 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Kebakaran mobil jenis avanza di Pertamina Patowinua diduga akibat kelalaian sopirnya. Dia juga terlihat merokok sambil menelepon di area Pertamina. Kebakaran itu diakibatkan karna kelalaian pengemudi kendaraan yang tidak menaati peraturan yaitu merokok dan bermain HP diarea SPBU

Kepolisian Resort Kolaka Utara (Polres Kolut) berhasil mengungkap Identitas Korban pemuat Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite berinisial AZY (28) Tahun warga Dusun I Desa Pasampang Kecamatan Pakue Tengah Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara (Sultra). Kamis (10/10/2024).

Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Arif Affandi, S.H membenarkan insiden terjadinya kebakaran hebat yang dialami oleh sebuah Mobil Toyota Avanza Warna Merah dengan Nomor Polisi DP 1143 TD yang bermuatan 15 buah jerigen yang sudah tersusun rapih di dalam mobil dilokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Patowonua Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara.

“Benar pada hari Kamis tepatnya tanggal 10 Oktober 2024 sekitar pukul 09.00 Wita, bertempat di lokasi SPBU Desa Patowonua Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara telah terjadi kebakaran 1 (satu) unit mobil Avanza warna merah maron dengan Nomor Polisi DP 1143 TD yang dikendarai oleh seorang berinisial AZY, (28 tahun) warga Dusun I Desa Pasampang Kec.Pakue Tengah,” ungkap Arif Affandi melalui rilis resminya kepada Wartawan. Kamis (10/10/2024)

Lebih lanjut, Arif Affandi menyebut berdasarkan keterangan seorang petugas atau pegawai SPBU Perempuan berinisial G (34 tahun) warga Dusun 1 Desa Ponggiha Kecamatan Lasusua dan beberapa saksi mata lainnya bahwa pada sekitar pukul 08.45 Wita sopir mobil Avanza yang dikemudikan oleh seorang berinisial Lelaki AZY yang akrab disapa Lelaki IG masuk diarea SPBU untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite.

“Yang bersangkutan mengemudikan kendaraannya memasuki areal SPBU untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Namun yang akan diisi bukan tangki mobil tetapi membawa 15 buah jerigen kosong yang sudah tersusun rapih di dalam mobil,” ujar Arif Affandi mengukutip keterangan Saksi Mata dan Petugas SPBU.

Menurut, Arif Affandi setelah mengisi sebanyak 12 jerigen di jalur sebelah kiri, kemudian mengintari mesin pompa dan kembali melakukan pengisian di jalur sebelah kanan sehingga total yang terisi sebanyak 15 jerigen. Pada saat pengisian BBM, pihak petugas hanya mencatat secara manual Nomor Polisi kendaraan, tidak menggunakan barcode.

“Setelah selesai melakukan pengisian tersebut sekitar pukul 09.00 Wita, sang sopir IG tidak langsung meninggalkan lokasi SPBU tetapi berhenti dalam areal SPBU tepatnya di dekat pintu keluar, terlihat oleh petugas SPBU lelaki IGO sementara merokok dan sambil menelpon,”ucap Arif melanjutkan keterangan saksi

Menurutnya, setelah beberapa menit kemudian pada jok depan tiba-tiba terjadi ledakan dan semburan api keluar dari dalam mobil sang Pengemudi IG panik dan lari meninggalkan mobil.

“Dua orang petugas SPBU yang berada di lokasi segera menetralkan persineling dan mendorong mobil tersebut ke jalan raya, tak lama Api semakin membesar dan menghanguskan seluruh badan mobil disusul beberapa kali ledakan,” katanya

Beruntun dalam insiden tersebut pihak Dinas Pemadam Kebakaran .Kolaka Utara bersama pihak personil Polres Kolaka Utara dan dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api dan pada sekitar pukul 09.30 Wita berhasil dipadamkan.

“Dari peristiwa tersebut mengakibatkan Pengemudi Lelaki AZY alias IG mengalami luka bakar hampir disekujur tubuhnya dan sementara dirawat di BLUD RS H. M Djafar Harun Kolaka Utara. Sementara kerugian materil berupa 1 (satu) Unit mobil avanza dan muatan BBM sebanyak 15 jerigen sehingga dapat ditaksir kerugian dari insiden ini sekitar Rp.200 juta,” terangnya.

Menurutnya, kebakaran itu diakibatkan karna kelalaian pengemudi kendaraan yang tidak menaati peraturan yaitu merokok dan bermain HP diarea SPBU.

“Sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran di SPBU masalah ini akan menuai reaksi dan kritik dikalangan masyarakat serta apabila para pengemudi tidak menaati peraturan akan terjadi kejadian yang serupa.” bebernya

Laporan : Ahmar

Comment