Ketua DPRD Kolut Tanggapi Video Proyek Peningkatan Jalan Aspal Mudah Rontok

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Video proyek aspal peningkatan jalan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) mudah dikelupas dengan menggunakan jari tangan. Hal ini ramai mendapat sorotan publik karena kondisi aspalnya yang masih baru namun mudah rontok.

Video tersebut terbagi dua potongan masing-masing berdurasi 53 detik dan 1.5 detik. Tampak dalam rekaman aspal yang baru dikerja mudah dikelupas dan penggalan lainnya menyebutkan jika hamparan itu terasa lunak saat diinjak.

Ketua DPRD Kabupaten Kolaka Utara, Buhari Djumas membenarkan jika rekaman video yang beredar merupakan proyek peningkatan jalan tahun 2023 ini menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp24.161.036.000. Ia prihatin karena dinilai pengerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai standar dan kualitas yang diharapkan.

“Dikerjakan oleh perusahaan yang sebelumnya telah diblack list karena kasus yang sama. Entah siapa pelaku dan yang bermain dibalik pengaspalan yang jauh dari bestek ini,” sorot Buhari mempertanyakan,” Selasa (24/10/2023).

Perusahaan yang dimaksud Buhari yakni PT Sumber Sarana Mas Abadi (PT SSMB) sebagai Kontraktor Pelaksana. Hasil pengecekan dilakukan di lapangan oleh jajarannya memastikan jika proyek tersebut tidak sesuai bestek.”Jauh dari bestek. Kalau dilihat hasilnya di lapangan jangka enam bulan saja ini sudah hancur,” bebernya.

Tidak hanya itu, pengerjaannya juga dinilai lamban dan baru menyelesaikan sekitar 1,1 Kilometer dari 11 Kilometer yang harus diselesaikan. Padahal kata dia, waktu pengerjaan sisa 70 hari.

“Komisi III telah turun ke lapangan lagi mengecek. Kami akan rekomendasikan hasil pengerjaan ini ke pihak balai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara agar ditindaklanjuti,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Utara, Mukramin,SE.MM menjelaskan, pihaknya belum melakukan Monitoring dan Evaluasi (M&E) ke lapangan.

“Rencana besok (monitoring). Kami baru sebatas koordinasi terkait kondisi ini ke pihak balai karena ini kewenangan mereka,” ungkapnya

Menurut Mukramin, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Jalan. Pihaknya akan turun langsung melihat kondisi yang sebenarnya sebagai bahan koordinasi lebih lanjut.

“Sesuai informasi dari PPK ini Menggunakan Aspal Lawele Bukan Aspal Curah sehingga metode dan perlakuan berbeda,” sebutnya.

Dari informasi yang dihimpun, aspal jalan dalam rekaman video merupakan proyek peningkatan jalan Lelewawo-Porehu dan Bangsala-Ponggi 2023. Proyek tersebut mulai digarap sejak 24 Juli lalu dengan masa kerja 159 hari.

Proyek peningkatan jalan daerah tersebut didanai menggunakan APBN yang digarap melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional, Satker Wilayah I Sultra. Adapun Konsultan Supervisinya yakni PT Arci Pratama Konsultan (APK).

Laporan : Ahmar

Editor

Comment