TOPIKSULTRA.COM, MAKASSAR — Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) menyatakan kesiapan dan komitmennya dalam menyambut Mahasiswa Baru (Maba) Angkatan 2026 melalui sejumlah langkah strategis yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik, pembentukan karakter, serta penguatan kompetensi hukum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Program Studi Ilmu Hukum UTAMA, Nuramanah Amalia, S.H., M.H., menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 tidak sekadar dipandang sebagai proses administratif, melainkan sebagai momentum awal pembentukan calon sarjana hukum yang berintegritas, kritis, dan berkeadilan.
“Kami berkomitmen menyiapkan lingkungan akademik yang kondusif, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan praktik hukum, serta dosen yang kompeten dan berpengalaman, baik secara akademik maupun praktis,” ujar Nuramanah Amalia kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Dalam rangka menyambut Maba 2026, Program Studi Ilmu Hukum UTAMA telah menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya penerapan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mengintegrasikan teori dan praktik hukum sesuai kebutuhan dunia kerja. Selain itu, tenaga pengajar dari kalangan akademisi dan praktisi hukum turut disiapkan guna menunjang kualitas pembelajaran.
Lebih lanjut, Nuramanah Amalia menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat program studi. Kegiatan ini menitikberatkan pada penanaman nilai etika, budaya akademik, serta kesadaran hukum sejak dini. Pendampingan akademik berkelanjutan melalui dosen pembimbing akademik serta pengembangan soft skills mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Tidak hanya itu, penguatan jejaring kerja sama terus dikembangkan, baik dengan lembaga peradilan, instansi pemerintah, maupun lembaga bantuan hukum, sebagai upaya memperluas ruang pembelajaran dan praktik bagi mahasiswa.
Program Studi Ilmu Hukum UTAMA menegaskan bahwa mahasiswa baru bukan sekadar objek pendidikan, melainkan mitra strategis dalam membangun tradisi akademik yang unggul dan berdaya saing.
“Kami ingin mahasiswa baru merasa diterima, dibimbing, dan diarahkan sejak awal agar mampu tumbuh menjadi sarjana hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap keadilan sosial,” jelasnya.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Program Studi Ilmu Hukum UTAMA optimistis mampu melahirkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pembangunan hukum dan kemasyarakatan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sementara itu, Humas Universitas Tamalatea Makassar, Hardiyanto, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa UTAMA saat ini terus memperluas jejaring kerja sama, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Universitas Tamalatea Makassar telah menjalin kerja sama di sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan hingga ke mancanegara, khususnya dengan mitra di Malaysia. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang pengembangan akademik dan praktik hukum bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa baru Angkatan 2026,” ujar Hardiyanto.
Laporan: Ahmar




















Comment