TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Datangkan sebanyak 1.680 tabung Gas Elpiji 3 Kg dari Pertamina untuk mengatasi kelangkaan di kota lasusua.
Hal tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam menjawab keluhan masyarakat lasusua terkait sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg. Meski ada stok di tingkat pengecer namun harganya melambung Rp.27.000, – Rp.30.000 bahkan hingga Rp.50.000 pertabung.
Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding langsung memantau kedatangan tiga unit armada yang memuat sebanyak 1.680 tabung gas elpiji yang diantar ke tiga agen di lokasi ibu kota lasusua untuk di titip sekaligus melihat langsung di distribusikan ke warga setempat.
“Alhamdulillah hari ini telah tiba gas elpiji 3 kg melalui tiga unit mobil pertamina dari kendari langsung di kota lasusua dengan muatan 1.680 untuk mengatasi kelangkaan yang selama ini di keluhkan warga,” ujar H. Jumarding di salah satu agen tempat penitipan tabung yang di datangkan pemerintah dalam operasi Pasar. Senin (25/8/2025)
Lebih lanjut, H. Jumarding menyebut kedatangan tabung gas elpiji 3 Kg atas permintaan langsung Pemerintah Kabupaten ke pihak Pertamina dalam rangka operasi pasar dengan harga normal (HET) dan bukan pasar murah.
“Pemerintah Kabupaten mengembalikan ketersediaan atau stok tabung gas 3 Kg dengan harga normal, dan kami berharap semoga bermanfaat dan semua terlayani tanpa ada lagi keluhan, gas elpiji dititip tiga agen Kota Lasusua,” ucapnya
Selain itu, Wakil Bupati menegaskan, operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten bukan Pasar murah, melainkan untuk menormalkan harga sesuai HET.
“Operasi pasar bukan pasar murah, hanya mengembalikan harga normal, kalau pasar murah, menjual di bawah harga, dan itu sangat dilarang pemerintah, karena sudah disubsidi, tidak boleh disubsidi kembali,” ungkapnya
H. Jumarding tegaskan permasalahan di Lasusua bukan kelangkaan tabung gas elpiji tetapi pihaknya menduga adanya distribusi yang tidak tepat sasaran.
“Sebenarnya bukan langka, kalau kita melihat ada labelnya kan sudah jelas peruntukannya dan pasti semua sudah dapat, tetapi saya menduga saja, kemungkinan ada yang tersalur tidak sesuai sasarannya. Itu salah satu faktor, kedua ada agen yang lambat mengambil jatah. Kalau perlu, minta ke pertamina untuk dialihkan ke agen lain daripada dia simpan kuotanya,” sebutnya
Bukan hanya itu, H. Jumarding juga meminta ke Dinas Perdagangan agar setiap minggu harus ada komunikasi, termasuk data agen yang lambat mengambil jatahnya, kalau memang tidak sanggup menyalurkan, maka kuotanya sebaiknya diberikan kepada agen lain yang lebih mampu.
“Kalau perlu lakukan sidak, sampai ke rumah jabatan Wakil Bupati juga di sidak, saya pun tidak masalah, siapa tahu di sana pakai tabung gas elpiji 3 kg,” terangnya
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Ahdan Alwi, mengatakan bahwa stok elpiji secara umum di Sulawesi Tenggara aman tetapi di beberapa titik terjadi keterlambatan dari agen.
“Untuk hari ini, Pertamina menurunkan tiga armada khusus berisi elpiji, masing-masing 560 tabung, jadi total 1.680 tabung untuk Kecamatan Lasusua, armada ini merupakan bantuan tambahan di luar armada agen yang ada di Kolaka Utara,” katanya
Menurut, Ahdan Alwi, jumlah agen resmi di Kecamatan Lasusua ada empat agen, sementara pangkalan cukup banyak, hanya distribusinya tidak semua lancar.
“Operasi pasar ini akan terus dievaluasi. Kalau masih ada kendala, kami akan negosiasi kembali dengan Pertamina agar penyaluran tambahan tetap berlanjut,” tambahnya
Laporan: Ahmar



















Comment