Pemkab Kolut: Distribusi BBM Berangsur Normal Mulai Kamis

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dipastikan mulai kembali normal pada Kamis (29/1/2026).

Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, menyusul antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Abu Bakri, mengatakan sejumlah SPBU di wilayah Lasusua kembali mendapatkan pasokan BBM, termasuk SPBU Desa Ponggiha yang sebelumnya dilaporkan kehabisan kuota BBM jenis Pertalite.

“SPBU Ponggiha akan mendapatkan tambahan kuota. Begitu pula SPBU Pitulua, selama ada permintaan, kuota BBM akan kembali disalurkan,” ujar Abu Bakri kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemulihan pasokan BBM tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas Perdagangan dengan Depot Pertamina Kolaka. Permintaan penambahan kuota BBM telah diajukan secara resmi melalui surat Bupati Kolaka Utara yang ditandatangani Sekretaris Daerah dan telah disetujui oleh pihak depot.

“Alhamdulillah, permintaan kuota telah disanggupi. Insya Allah mulai besok distribusi BBM kembali berjalan normal,” terangnya.

Meski pasokan mulai stabil, Pemerintah Daerah Kolaka Utara tetap menaruh perhatian serius terhadap potensi pelanggaran distribusi BBM bersubsidi. Dinas Perdagangan bersama aparat terkait akan melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU, khususnya di Kecamatan Ngapa dan Batuputih, yang sebelumnya dilaporkan mengalami antrean panjang.

“Apabila ditemukan pelanggaran di lapangan, seperti pengisian BBM bersubsidi menggunakan jerigen atau kendaraan rakitan, maka akan langsung ditindak dan dilaporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya.

Pemerintah Daerah Kolaka Utara berharap, dengan kembalinya pasokan BBM ke kondisi normal serta pengawasan yang diperketat, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa kepanikan maupun praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Laporan: Ahmar

Comment