Pemprov Sultra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Dengan Simulasi dan Penyerahan Bantuan Kemanusiaan

Berita, Kendari454 Views

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Apel Siaga dan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta meningkatkan kemampuan respons cepat menghadapi potensi bencana alam di wilayah Sulawesi Tenggara.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung pada kegiatan tersebut dan menyerahkan bantuan kemanusiaan secara pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas penanganan bencana. Bantuan tersebut meliputi empat unit ambulans yang diberikan kepada BPBD Sultra, serta dua unit mobil Rescue Tactical Unit (RTU) dan tiga unit sepeda motor untuk Dinas Sosial Provinsi Sultra guna menunjang mobilitas dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Selain dukungan operasional, Gubernur juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kabupaten/kota yang telah menunjukkan komitmen dalam pembentukan desa dan kelurahan tangguh bencana. Daerah penerima penghargaan antara lain Kabupaten Kolaka, Buton Tengah, Buton, Buton Utara, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur, serta Kota Kendari dan Kota Baubau. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya daerah dalam memperkuat mitigasi dan memberdayakan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Apel Siaga dan Simulasi Bencana merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memahami prosedur penanganan saat bencana terjadi.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran kebencanaan di masing-masing APBD.

“Saya instruksikan kepada pemerintah kabupaten/kota agar mengalokasikan anggaran kebencanaan dalam APBD masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meski masyarakat tidak dapat memilih untuk tinggal di wilayah bebas bencana, mereka dapat memilih untuk selalu siap dan tangguh.

“Kita tidak dapat memilih untuk tinggal di wilayah bebas bencana, tetapi kita dapat memilih untuk menjadi masyarakat Sultra yang siap, siaga, dan tangguh,” ujarnya.

Laporan: Shandra

Comment