TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Personel Kepolisian dari Sektor Pakue (Polsek Pakue) kerahkan seluruh personelnya untuk membantu warga yang terdampak banjir bandang yang terjadi di tiga Desa Sipakainge Kecamatan Pakue,Desa Pasampang Kecamatan Pakue Tengah dan Desa Lanipa Kecamatan Pakue Utara Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa malam (1/4/2025)
Seluruh Personel Kepolisian yang betugas di Wilayah hukum Polsek Pakue terlibat langsung di lokasi bencana baik disaat masih kejadian maupun pasca banjir bandang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Sektor Pakue (Kapolsek) IPDA Ishal, SH
Humas Polres Kolaka Utara, AIPTU. Arif Affandi menjelaskan Personel Kepolisian di Sektor Pakue aktif terlibat langsung di lapangan baik pada kejadian banjir maupun pasca banjir bandang yang terjadi di tiga Desa dari tiga Kecamatan Pakue, Tengah dan Utara.
“Kejadian bandang yang menghantam Desa Pasampang, Desa Lanipa dan Desa Sipakainge tepatnya sekitar pada Pukul 20.30 Wita pada selasa malam (1/4/2025), esok harinya Rabu (2/4/2025) Personil Polsek Pakue Melaksanaan Bakti Sosial terhadap rumah masyarakat yang terkena dampak banjir akibat dari luapan air sungai. Kegiatan itu di pimpin langsung oleh Kapolsek Pakue IPDA Ishal, SH,” ujar Arif Affandi melalui rilis resminya, Jum’at (4/4/2025).
Lebih lanjut, Arif Affandi menyebut Personil Polsek Pakue melakukan aksi sosial tersebut di tiga titik yakni di Desa Lanipa, Desa Pakue dan Desa Sipakainge karena ada beberapa rumah warga masyarakat yang tergenang air bercampur lumpur setinggi mata kaki.
“Selain itu kami juga menerima data kerukasan dan data rumah yang terendam banjir pertama di Desa Pasampang, 1 unit Rumah Kebun milik Alfian, 1 jembatan kayu penghubung Dusun hanyut terbawah air, sedangkan di Desa Lanipa Kecamatan Pakue Tengah trdapat 15 Unit Rumah yg terendam Air sementara di Desa Sipakainge Kecamatan Pakue ada 7 unit Rumah yg Terendam air sementara di Desa Pakue Kecamatan Pakue Utara Di perkirakan sekitar 18 unit rumah yg terendam air akibat tanggul penahan air jebol” ungkapnya
Menurut, Arif Affandi dari kejadian ini satu dusun terisolir, Perabot rumah warga banyak yg rusak, Lahan perkebunan dan pertanian banyak mengalami kurasakan dan gagal panen, Kerusakan pd pipa air bersih atau sanitasi,hingga saat ini situasi berjalan aman dan kondusif sebagian besar rumah yg terdampak banjir sudah di lakukan pembersihan.
“Meluapnya air sungai diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dimana hujan mulai turun pada sore hari hingga malam di Daerah hulu sungai sehingga menyebabkan debit dan arus air meningkat menyebabkan terjadi banjir dan meluap masuk ke pemukiman warga setinggi mata kaki,” terangnya
Menurutnya,daerah yang terkena dampak banjir merupakan daerah langganan banjir yang di akibatkan sungai sudah mengalami pendangkalan yang tidak mampu menampung debit air sungai.
Laporan : Ahmar


















Comment