TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Tim Satuan Tugas (Satgas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara hadir di Pertemuan Teknis dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dan dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Kolaka Utara,Dr. Ir. Sukanto Todin, MSP.MA yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah dan sekaligus membuka acara tersebut.
Dari Pertemuan Teknis Technical Asistant bersama Tim percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2024, tiga orang narasumber memaparkan masing-masing kegiatan Bulan Sensus Stunting yang telah di lakukan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.
Selain, Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Muchlis Bachtiar,S.Pi.MP bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hasrayani, SP selaku pelaksana kegiatan serta sejumlah perwakilan Forkompinda dan OPD turut hadir.
Koordinator Program Management Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ady Supryatno, SKM,M.Si menjelaskan kegiatan ini kami inisiasi di 17 Kabupaten dan Kota terkait pertemuan teknis bersama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara.
” Kegiatan ini sudah berjalan dibeberapa Kabupaten dan Kota terakhir Kolaka Utara dilaksanakan kegiatan pertemuan teknis semacam ini karena memang ada intervensi serentak berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang semua Provinsi di Indonesia,” ujar Adi Supryatno kepada Wartawan saat diwawancarai usai melaksanakan pertemuan teknis di Aula Kantor DPPKB Kolut. Kamis (13/6/2024)
Lebih lanjut, Adi Supryatno mengatakan pihaknya akan memaksimalkan melalui pemaparan OPD atau Dinas untuk mengoptimalkan kegiatan – kegiatan intervensi serentak yang sudah tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
” Sebelumnya, Untuk di Provinsi Kami sudah melakukan rapat untuk Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin langsung Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Ketua TPPS Selain itu, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan kasus Stunting 2,3 persen tahun 2023 dari 27,7 naik menjadi 30,0,” katanya
Ditempat yang sama, Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting Sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Ir.Ihwan,M.M mengungkapkan angka 31,8 persen kasus Stunting tahun 2023 itu adalah angka Survei Kesehatan Indonesia sementara pihaknya mengklaim telah memiliki angka EPPGBM yang jauh levelnya dibawah angka Survei.
” Sebenarnya langkah – langkah yang kita lakukan sudah masif dari dulu termasuk intervensi pemberian makanan tambahan sehingga dengan adanya bulan Sensus Stunting ini kita ingin membuktikan bahwa angka 31,8 persen itu tidak sesuai dengan data yang ada sehingga kita laksanakan Sensus seluruh Balita yang ada di 133 Desa dan Kelurahan di 15 Kecamatan Kolaka Utara” ungkapnya
Selain itu, Ihwan juga menyebut pelaksanaan Sensus Stunting sudah berjalan sejak tanggal 1 Juni 2024 dan kami mempunyai keyakinan dari hasil sensus tersebut akan menunjukkan kepada kita angka tidak seperti pada temuan Survey.
” Karena kita melakukan sensus dengan menggunakan alat dan metode benar serta dengan orang – orang kapabel sehingga hasil Sensus itu nanti kita gunakan untuk mengkanter data angka survey SKI,” ucapnya
Menurutnya, pihaknya menargetkan pelaksanaan Sensus Stunting berakhir pada bulan Juni tahun 2024 dan akan langsung mengumumkan hasilnya ke publik.
” Sebenarnya dilakukan Sensus bukan perbaikan data tetapi memang populasi yang dijadikan alat pengukuran yang namanya di EPPGBM itu barang mencapai 75 persen sehingga tingkat akurasinya menurut Pemerintah Pusat belum bisa dijadikan acuan karena itulah kita laksanakan Sensus paling tidak memiliki keyakinan mencapai 99 persen ,” targetnya
Menurutnya, sehingga akan menjadi dasar untuk membuktikan bahwa data mereka tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
” Isyarat yang diberikan Pemerintah Pusat kalau kita mampu mengkanter 95 persen itu sudah bisa diakui dan saya yakin kita sanggup untuk angka diatas itu karena data per hari ini sudah mencapai 82 persen data Sensus sudah masuk ke kami dan kita targetkan dibawah nasional,” tegasnya
Laporan : Ahmar















Comment