TOPIKSULTRA.COM, KONAWE UTARA – Base Transceiver Station (BTS) atau infrastruktur telekomunikasi yang memenuhi kebutuhan layanan jaringan internet bagi Masyarakat Kabupaten Konawe Utara belum bekerja secara maksimal.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Drs.Suharto K.Panto saat ditemui diruang kerjanya, Senin (10/04/2023).
Suharto menyebut, saat ini terdapat 63 BTS untuk memenuhi kebutuhan penggunaan layanan jaringan bagi masyarakat yang tersebar di 13 Kecamatan, namun belum cukup memadai dan terkadang masih mengalami gangguan akibat dari cuaca ekstrim.
“Jumlah Base Transceiver Station (BTS) saat ini yang ada di 13 Kecamatan berjumlah sebanyak 63 baik itu, Telkomsel, XL dan Indosat, tetapi itu belum mencapai dari target, seharusnya 90 BTS baru bisa terpenuhi,” ungkap Suharto Kepada Topiksultra.com saat ditemui dikantonya.Senin (10/4/2023)
Lebih lanjut, Suharto mengatakan, di tahun 2023 ini, pihaknya terus berupaya menambah keteraediaan BTS untuk mencapai target 90 BTS se Kabupaten Konut. Kata Suharto, pihaknya juga telah mengusulkan 5 pembangunan BTS melalui Provinsi untuk wilayah pelosok terutama di daerah batas Sulawesi Tengah dan kepulauan.
” Dan masih tersisa 22 BTS lagi yang harus kita datangkan untuk memenuhi kebutuhan itu dan kita usahakan dipertengahan tahun ini semua sudah rampung mencapai 100 persen,” bebernya
Suharto juga mengungkapkan, selain dari Telkomsel, juga telah hadir operator XL yang sangat membantu memperkuat jaringan terutama di Kecamatan Asera dan beberapa wilayah yang belum tersentuh jaringan.
Menurutnya, dengan kehadiran ke tiga penyedia jaringan hampir semua wilayah Pedesaan di Kabupaten Konawe Utara sudah ada jaringan.
” Sehingga sudah tidak ada lagi namanya Blank Spot,” ungkapnya.
Meski Demikian, Suharto tetap mengambil langkah – langkah untuk mengantisipasi terjadinya gangguan – gangguan terhadap jaringan, terutama pada kompleks perkantoran dengan melakukan kerja sama dengan pihak penyedia layanan jaringan untuk menambah kekuatan jaringan internet.
“untuk menjaga ketersediaan jaringan internet di wilayah perkantoran kami sudah punya yang namanya server yang terhubung dengan seluruh kantor di SKPD,” imbuhnya
Menurutnya, mulai dari data laporan perencanaan, pelaksanaan program kegiatan di masing-masing OPD, semua sudah dapat kita akses lebih cepat dan lengkap karena semua datanya sudah terpusat di Dinas Komunikasi dan Informatika.
Bahkan kata Suharto, pihaknya telah mendatangkan alat hasil kerjasama dengan PT.Trans Indonesia Superkoridor (TIS) dengan menggunakan
” semua peralatan, ditanggung Pihak PT.TIS dan mereka juga yang menyiapkan serta memasang semua alat yang dibutuhkan,” ucapnya
Laporan : Ahmar
















Comment