TOPIKSULTRA.COM, BUTON — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, meninjau kesiapan ekspor PT Triko Bina Nusantara di Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Selasa (16/12/2025).
Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mempercepat pengembangan ekspor komoditas unggulan daerah, khususnya sektor perikanan dan kelautan yang menopang perekonomian masyarakat pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Hugua menegaskan Sultra memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar untuk menembus pasar internasional.
Salah satu komoditas unggulan adalah ubur-ubur, dengan potensi produksi mencapai puluhan ribu ton yang sebagian besar bersumber dari Kabupaten Buton Selatan.
“Potensi ini harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh mata rantai, dari hulu hingga hilir, berjalan efektif,” ujar Hugua.
Saat ini, PT Triko Bina Nusantara baru memanfaatkan potensi ubur-ubur dari kawasan Teluk Sampolawa, padahal potensi serupa juga tersebar di sejumlah teluk lainnya di Buton Selatan.
Selain itu, wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra telur ikan terbang, komoditas bernilai ekonomi tinggi yang hanya dihasilkan di wilayah terbatas, yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu segera dibenahi, antara lain keterbatasan layanan kontainer ekspor langsung dari Pelabuhan Baubau, belum optimalnya fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta belum rampungnya regulasi dan penataan aset perikanan antara pemprov dan kabupaten.
Menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sultra mendorong langkah percepatan yang bersifat konkret dan kolaboratif.
Dalam waktu dekat, Perusahaan Meratus akan diajak berkoordinasi untuk mendukung ketersediaan kontainer ekspor.
Sementara itu, Bea Cukai Kendari siap memfasilitasi koordinasi dengan PT SPILL Banjarmasin dan PT SPILL Ternate guna membuka akses ekspor yang lebih luas bagi PT Triko Bina Nusantara.
Dari sisi kebijakan daerah, Pemerintah Kabupaten Buton didorong untuk segera menyusun Peraturan Daerah tentang penarikan retribusi, sedangkan persoalan aset perikanan akan diselesaikan melalui mekanisme penyerahan sementara kepada Pemprov Sultra untuk dilakukan perbaikan, sebelum dikembalikan kepada pemerintah kabupaten.
“Kita ingin membangun ekosistem ekspor yang sehat, ramah bagi pelaku usaha, dan berpihak pada nelayan. Jika hambatan logistik, infrastruktur, dan regulasi dapat diselesaikan bersama, maka ekspor Sultra akan tumbuh lebih cepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Hugua.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Bea Cukai Kendari, Balai Karantina, Balai Penjaminan Mutu, Kesyahbandaraan, serta sejumlah kepala OPD lingkup Kabupaten Buton dan Buton Selatan.
Sebagai informasi, Bea Cukai Kendari baru-baru ini meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas kontribusinya dalam meningkatkan devisa ekspor Sulawesi Tenggara tahun 2025. Saat ini tercatat 29 pelaku usaha di Sultra aktif melakukan kegiatan ekspor, termasuk satu perusahaan di Kabupaten Wakatobi yang telah dua kali mengekspor ikan kerapu.
Pemprov Sultra optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan penguatan layanan ekspor, sektor perikanan akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. (red)


















Comment