Dinilai Merugikan, Warga Batu Putih Protes Aktivitas Pertambangan PT. TMM

Berita, Kolaka Utara2390 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Puluhan Warga dari 12 Desa di Kecamatan Batu Putih yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat Bersama Pengusaha Lokal melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT. Tambang Mineral Maju (TMM) di Kelurahan Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Puluhan Warga tersebut geram lantaran melihat aktivitas Pertambangan PT. TMM selama setahun ini banyak menimbulkan masalah diantaranya; Pemberdayaan Pengusaha lokal, rekruitmen tenaga kerja, Dampak lingkungan yang ditimbulkan, Legalitas Tersus dan mekanisme jual beli kargo yang tidak sesuai aturan serta transparansi pengelolaan dana CSR.

Sebelum mendatangi Kantor TMM, Puluhan massa aksi terlebih dahulu melakukan orasi selama kurang satu jam secara bergantian, untuk menyampaikan keresahannya agar bisa menggugah kepedulian pihak perusahaan terhadap warga dan pengusaha lokal yang terabaikan. Massa juga membakar ban di pertigaan Kilo Tiga Jalan Trans Desa Mosiku sekitar pada Pukul 10.00 Wita, Selasa (3/6/2025).

Setelah itu mereka mendatangi Kantor TMM di Kelurahan Batu Putih dengan pengawalan ketat dari Aparat TNI dan Kepolisian baik dari Mapolsek Batu Putih maupun dari Mapolres.

Aparat Kepolisian yang melakukan pengawalan unjuk rasa dipimpin langsung Kabagops dan Kasat Samapta Polres bersama TNI dari Danramil 1413-05 Pakue

Humas Polres Kolaka Utara, AIPDA. Ahmad Syaiful membenarkan adanya aksi umjuk rasa yang dilakukan puluhan Warga Kecamatan Batu Putih sekitar pada pukul. 10.00 Wita sampai pada pukul. 11.20 Wita pada Selasa Pagi (3/6/2025)

“Mereka melakukan protes ke PT. TMM karena dianggap kurang memperdulikan dampak sosial di masyarakat sekitar, sehingga merasa dirugikan akan keberadaannya di Kecamatan Batu Putih,” kata Ahmad Saiful melalui rilis resminya, Selasa Malam (3/6/2025).

Lebih lanjut, Ahmad Saiful menyebut, masyarakat menilai PT. TMM juga memunculkan beberapa permasalahan diantaranya terkait pelibatan pemberdayaan pengusaha lokal, rekruitmen tenaga kerja hingga dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Seperti legalitas tersus dan mekanisme jual beli kargo PT. TMM juga disebut tidak sesuai aturan serta pengelolaan dana CSR tidak transparan. Demonstrasi warga dikatakan bertempat di Pertigaan Kilo 3 Desa Mosiku.

“Kami kawal masyarakat bertemu langsung ke pihak Perusahaan dengan di hadiri Kabagops dan Kasat Samapta Polres bersama TNI dari Danramil 1413-05 Pakue,” tuturnya.

Menurut,Ahmad Saiful hanya saja pada pertemuan antara pihak perusahaan tidak memuaskan warga dan kukuh tetap meminta pertanggung jawaban akan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan. Sementara itu, pihak PT TMM hanya berjanji akan meneruskan beberapa tuntutan warga kepada pimpinannya di pusat hingga puluhan Warga membubarkan diri dengan tertib.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment