Empat Belas Santri di Desa ini Dapat Beasiswa dari Dana Desa

TOPIKSULTRA.COM, LASUSUA—Mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) di desanya, terkhusus di kalangan pelajar, pemerintah Desa Puundoho Kecamatan Pakue Utara Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), mengalokasikan sebagian dana desa (DD) dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan kepada 14 santri yang kini sedang menuntut ilmu di sejumlah pondok pesantren.

Kepala Desa Puundoho, Syamsir Sabara, mengatakan langkah tersebut sejalan dengan program Pemda Kolut melalui visi “Kolaka Utara Madani”.

Menurutnya, program beasiswa untuk anak santri akan berjalan selama 6 tahun atau selama periode kepemimpinannya sebagai kades.
“Target kita sebanyak 20 santri setiap tahun, dan setiap santri mendapatkan Rp1, 2 juta.  Namun hasil pendataan tahun 2020 baru sampai 14 orang santri, baik yang sedang mondok di Pesantren Puundoho maupun yang belajar di luar daerah, ” katanya kepada topiksultra.com, Jumat, (11/6/2021), usai menyerahkan beasiswa kepada sejumlah santri di masjid Desa Puundoho.

Tahun ini, kata Syamsir, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk beasiswa santri sebesar Rp24 juta untuk targer 20 anak santri. Namun jumlah santri yang tercapai untuk tahun ini baru 14 orang. “Jadi sisa anggaran untuk beasiswa yang tidak terserap, kita alihkan ke pos lain, ” ujarnya.

Menurutnya, pemberian beasiswa santri akan terus diprogramkan pihaknya, sepanjang program bantuan pusat melalui dana desa masih ada. “Kita berdoa semoga dana desa dari pusat terus dikucurkan tiap tahun, dan sepanjang itu juga pemberian beasiswa santri akan kita programkan, ” katanya.

Syamsir menambahkan, munculnya ide untuk memberikan beasiswa santri karena dirinya prihatin melihat masih
rendahnya minat pendidikan keagamaan.

Salah seorang santri penerima beasiswa, Virgie Nayudsa Azzahrah, kelas II Aliyah – Pondok Pesantren IMMIM Pangkep Sulsel ini mengatakan sangat bersyukur atas bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah desa. “Selama ini kami belum pernah dapat program beasiswa dari manapun,” katanya.


Laporan : Ahmar

Comment